Arteta ke Arsenal, City Digembosi, Skenario Liverpool Juara?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana kepindahan asisten manajer Manchester City, Mikel Arteta, ke Arsenal tampaknya akan menimbulkan masalah berujung konflik the Gunners dengan City.

    Pasalnya, tak cuma Arteta yang pindah untuk naik kelas sebagai manajer Arsenal. Pelatih asal Spanyol berusia 37 tahun itu dikabarkan akan memboyong rekan senegaranya, pelatih   Rodolfo Borrell, ke Stadion Emirates.

    Borrel bekerja bersama Arteta di bawah kepemimpinan Pep Guardiola di Manchester City dalam tiga tahun terakhir.

    Belum cukup, Arsenal juga dikabarkan sudah hampir mencapai kesepakatan pemantau bakat  Manchester City, Sam Fagbemi, untuk bergabung di bawah rezim baru Mikel Arteta dan kawan-kawan.

    Fagbemi menolong Manchester City “mencuri”  para pemain berbakat Sam Edozie, Darko Gyabi, Josh Wilson-Eshbrand, dan Ben Knight yang sebenarnya ibarat sudah berada di depan hidung Arsenal musim panas ini.

    Sedangkan Manajer Manchester City, Pep Guardiola, pernah mengatakan mitra sekaligus rekan senegaranya, Arteta, akan bersikap transparan dan jujur dengannya soal spekulasi kepidahannya ke Arsenal.

    “Saya sudah sering mengatakan ia pribadi yang menakjubkan, sopan, dan penuh etika. Itu sebanya ia bersama kami,” kata Guardiola pada Selasa lalu.

    “Ia sedang berbicara dengan Arsenal jadi saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Ia sangat transparan dan jujur dengan saya,” kata Pep Guardiola.

    Kehilangan tiga staf kepelatihan bisa menjadi pukulan berat buat Manchester City, terutama karena Pep Guardiola diperkirakan juga akan meninggalkan Etihad Stadium pada akhir musim ini.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.