Mikel Arteta Resmi Jadi Pelatih Arsenal, Pep Guardiola: Dia Siap

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola meyakini Mikel Arteta siap menjadi pelatih kepala Arsenal. Pelatih Manchester City itu merelakan asistennya menangani tim pesaingnya di Liga Inggris.

    "Mikel telah menjadi pelatih yang sangat baik untuk Manchester City. Dia telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan pengetahuan sepak bola yang mengesankan selama di sini dan telah memberikan kontribusi nyata bagi prestasi klub selama beberapa tahun ini," kata Pep, seperti dikutip dari situs resmi Manchester City.

    "Kami semua mendoakannya dengan baik dalam peran barunya. Saya yakin dia siap untuk itu," Pep menambahkan.

    Arteta meninggalkan posisinya sebagai asisten pelatih Manchester City untuk bergabung dengan Arsenal sebagai pelatih utama. Sebelumnya, ia membela The Gunners saat masih menjadi pemain selama lima tahun 2011-2016.

    Arteta bergabung dengan City pada Juli 2016 sebagai anggota staf backroom Pep Guardiola. Dia menjadi asisten pelatih setelah Domenec Torrent menangani New York City FC pada 11 Juni 2018.

    Direktur Manchester City, Txiki Begiristain, menyebut Mikel Arteta telah memberikan kontribusi yang signifikan selama menjadi anggota tim Pep. Ia pun yakin Arteta akan bisa menjadi pelatih papan atas.

    "Mikel, sebagai anggota tim Pep, telah memberikan kontribusi yang signifinan bagi klub dalam waktunya di Manchester. Karyanya di bidang pelatihan dan persiapan terperinci telah membantu kami menjadi tim yang menang dengan keteraturan dan gaya," kata Begiristain.

    "Kepindahan ke Arsenal ini merupakan langkah lebih lanjut dalam pengembangan sepak bola dan saya yakin dia akan menjadi pelatih papan atas," Begiristain menambahkan.

    MANCITY.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.