Soal Kartu Merah Son, Jose Mourinho: Harusnya Fokus pada Rudiger

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, masih mempermasalahkan kartu merah yang diterima pemainnya Heung-min Son saat laga melawan Chelsea pada Minggu lalu. Mourinho yakin pemain Chelsea, Antonio Rudiger, seharusnya menjadi orang yang diawasi ketat di balik munculnya kartu itu.

    Son diganjar kartu merah pada babak kedua pertandingan saat timnya kalah 0-2 dari Chelsea. Ketika itu VAR menunjukkan pemain asal Korea Selatan itu menendang Rudiger sebagai pembalasan karena dilanggar.

    Wasit Anthony Taylor semula tidak menghukum Son, tetapi pejabat VAR Paul Tierney memutuskan secara berbeda dan menyarankan Taylor untuk mengeluarkan kartu merah.

    Buntut kejadian ini, Spurs mengajukan banding terhadap keputusan itu, yang mengarahkan pada dugaan pelecehan rasis terhadap bek Chelsea. Saat ini, mereka tengah menunggu keputusan dari Asosiasi Sepak Bola, apakah Son harus menjalani larangan tiga pertandingan.

    Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min meninggalkan lapangan setelah mendapat kartu merah dari wasit dalam laga melawan Chelsea, 22 Desember 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    Sebelumnya, Mourhinho, dengan sarkastik berharap Rudiger baik dalam pemulihannya dari patah tulang rusuk setelah pertandingan. Menurut dia, reaksi pemain asal Jerman itu harus menjadi fokus.

    "Saya berharap Liga Premier masih menjadi Liga Premier dan akan selalu menjadi Liga Premier. Saya pikir fokusnya harus pada Antonio Rudiger, bukan apda Son," kata pelatih asal Portugal itu.

    "Saya tidak berbicara tentang insiden rasisme, ini adalah hal lain. Saya berbicara tentang insiden itu, kartu merah," ucapnya.

    "Di Liga Premier saya suka tidak ada ruang juga untuk apa yang dilakukan Rudinger. Stand up and play man! Ini adalah Liga Premier," kata Mourinho.

    "Di beberapa negara, terutama sekarang budaya Latin, Anda pergi ke Amerika Latin, Portugal, Spanyol, Italia, dan itu terjadi. Itu adalah hal budaya, tetapi tidak di Liga Premier dan saat kami mencoba menghukum reaksi beberapa pemain, reaksi tidak penting, tetapi Anda mencoba untuk menghukum dan Anda membiarkannya pergi yang lain, itu karena Anda menjadi bagian dari itu," tuturnya. "Karena itulah aku mencoba bercanda dan mengolok-oloknya."

    Mourinho bahkan menantang. "Ayolah, apakah menurut Anda Rudiger memainkan pertandingan berikutnya atau apakah menurut Anda ia cedera? Saya pikir ia bermain," ujarnya. "Dan kita berbicara tentang Son dan tidak membicarakannya (Rudiger)."

    Pemain Everton, Andre Gomes, mengeram kesakitan sambil memegang kakinya usai dijegal gelandang Tottenham Hotspur Son Heung-min dalam pertandingan Liga Inggris di Goodison Park, Liverpool, 4 November 2019. REUTERS/Andrew Yates

    Namun, berdasarkan catatan, kartu merah yang diterima saat melawan Chelsea adalah yang ketiga bagi Son pada 2019. Sebelumnya, ia mendorong Jefferson Lerma di Bournemouth musim lalu. Kemudian, pemain asal Korea Selatan itu menjegal pemain Everton Andre Gomes pada November lalu yang mengakibatkan cedera pada pergelangan kaki gelandang itu.

    Spurs mengajukan banding terhadap sanksi itu. Mourinho tidak berpikir Son memiliki masalah temperamen dan bersikeras bahwa Rudiger yang memegang kendali. "Reaksi kecil adalah reaksi emosional tetapi masih dengan kontrol," ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi dengan Son dan Rudinger berbeda dengan apa yang terjadi dengan Mateo Kovacic dan Dele Alli yang keduanya bergulat.

    "Bagi saya yang tidak penting itu tidak penting. Untuk mengirim seseorang keluar dan menghentikan pekerjaannya di lapangan itu bukan tidak penting, tapi signifikan," kata Mourinho.

    "Jika Anda melakukan akumulasi kartu kuning dan Anda memiliki dua kartu kuning untuk pelanggaran, signifikan Anda pergi. Tapi ketika kamu melakukannya dalam permainan, satu pelanggaran tidak berarti kartu merah, itu adalah kartu kuning," dia menambahkan.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.