Bertemu Leicester City, Liverpool Jalani Laga Krusial

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Liverpool, Alisson Becker, melambaikan tangan sambil memegang penghargaan Golden Gloves usai pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers di Anfield, Liverpool, 12 Mei 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Kiper Liverpool, Alisson Becker, melambaikan tangan sambil memegang penghargaan Golden Gloves usai pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers di Anfield, Liverpool, 12 Mei 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper Liverpool, Alisson Becker, mengatakan pertemuan dengan  Leicester City di laga Boxing Day Liga Inggris akan menjadi momen menentukan dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. Usai merebut trofi Piala Dunia Antarklub, Liverpool berhasrat menghentikan puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun.

    Selain Manchester City, peta persaingan dalam perebutan juara kini diramaikan oleh Leicester City. Bila pasukan Jurgen Klopp kembali bisa mengalahkan Leicester pada Kamis, 26 Desember 2019 maka jarak Liverpool makin menjauh. Di sisi lain, Liverpool juga menyimpan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan tim Liga Inggris lainnya.

    "Momen besar dan momen menentukan menyinggahi kami di Liga Premier. Kami mesti tetap fokus kepada momen itu dan tak boleh memikirkan jangka panjang." kata Alisson.

    Kiper asal Brasil ini menegaskan para pemain harus tetap fokus menatap laga yang ada di depan mata dan tidak melewatkan momen tersebut. "Jika ingin menjuarai Liga Premier, Anda mesti berusaha memenangkan setiap pertandingan dan saya kira melawan Leicester pun akan demikian," sebut dia.

    Alisson menyatakan sejak kedatangan Brendan Rodgers, Leicester berubah menjadi tim hebat. Ia berharap rekan-rekannya bisa kembali memberikan penampilan terbaiknya dan berusaha merebut poin dari Leicester City.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.