Thierry Henry Sebut Liverpool Kandidat Invincible II

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Liverpool berselebrasi usai penyerahan trofi kemenangan Piala Dunia Antarklub di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 21 Desember 2019. The Reds menjuarai Piala Dunia Antarklub setelah mengalahkan Flamengo dengan skor tipis 1-0. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Para pemain Liverpool berselebrasi usai penyerahan trofi kemenangan Piala Dunia Antarklub di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 21 Desember 2019. The Reds menjuarai Piala Dunia Antarklub setelah mengalahkan Flamengo dengan skor tipis 1-0. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penyerang Arsenal, Thierry Henry, memiliki keyakinan penuh Liverpool bisa menjadi tim yang tidak terkalahkan pada musim ini. Prestasi itu sudah pernah dibuat oleh skuad Arsenal kala menjuarai Liga Inggris musim 2003-2004.

    The Gunners kala itu mendapat julukan The Invincibles. "Jika mereka menang (dari Leicester) maka ini hanya soal waktu saja (menjadi tim tak terkalahkan)," kata Henry mengutip Daily Mail.

    Henry menilai pembicaraan saat ini bukan lagi tentang Liverpool yang menjadi kandidat kuat juara Liga Inggris musim ini. Namun soal catatan kemenangan The Reds.

    Hingga pekan ke-19 Liga Inggris, Liverpool sudah mencatatkan 17 kemenangan dan sekali seri dari 18 laga. Hasil imbang diraih Mohamed Salah dan kawan-kawan saat jumpa Manchester United. The Reds masih mempunyai satu pertandingan tunda karena harus tampil di turnamen Piala Dunia Antarklub.

    Henry merupakan salah satu pemain yang berada dalam tim Arsenal Invincibles. Pemain asal Prancis ini mengemas 30 gol. Sementara Arsenal meraih 26 kemenangan, 12 hasil seri dan meraup 90 poin untuk merebut trofi Premier League.

    Henry menilai prediksinya tentang Liverpool bukan hal penting. Sebab, menurut dia, The Reds musim ini berada di atas level peserta Liga Inggris. "Dengan skuad sekarang mereka bisa membuat jarak di papan klasemen," kata mantan manajer AS Monaco ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.