Kata Jose Mourinho Setelah Tottenham Ditahan Norwich 2-2

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho menyesalkan timnya yang dianggapnya gagal memaksimalkan peluang saat melawan tim juru kunci, Norwich City, Minggu dinihari WIB. Pertandingan itu berakhir 2-2.

    "Kami berusaha untuk menang, mereka (Norwich) berusaha untuk mendapatkan hasil seri dan hasilnya seri, kami sangat frustrasi karena menciptakan begitu banyak peluang, dan kemasukan dengan begitu mudah," kata Mourinho seperti dilansir laman resmi Tottenham.

    Pada laga tersebut Norwich memimpin terlebih dahulu melalui gol Maria Vrancic pada babak pertama. Spurs baru mampu menyamakan kedudukan pada awal babak kedua lewat gol Christian Eriksen, untuk kemudian kembali kemasukan akibat gol bunuh diri Serge Aurier.

    Beruntung Harry Kane sukses mengeksekusi penalti pada fase akhir laga untuk mengamankan hasil imbang bagi Tottenham.

    Mourinho bersikeras bahwa timnya tampil baik sepanjang laga, dan memuji kekuatan mental anak-anak asuhnya setelah kemasukan gol kedua.

    "Tim dengan jiwa yang normal akan tewas pada momen itu, namun itu tidak terjadi pada kami. Kami tetap bermain, menurut saya kami bahkan bermain lebih baik, lebih bersemangat, lebih intens," yakin pria asal Portugal itu.

    Penyesalan juga datang dari Sessegnon yang menyia-nyiakan satu peluang.

    "Ini mengecewakan. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendapatkan tiga poin dan naik lebih jauh di klasemen. Ini merupakan peluang yang tersia-siakan," kata pemain 19 tahun itu.

    Kegagalan mendulang tiga poin membuat Spurs tertahan di peringkat kelima klasemen. Mereka bahkan berpeluang turun ke peringkat keenam seandainya Manchester United mendulang kemenangan saat melawat ke markas Burnley, Minggu dini hari WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.