Zlatan Ibrahimovic Kembali ke AC Milan, Tes Medis Kamis Besok

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, berpose dengan klub barunya LA Galaxy. Ibrahimovic memutus kontrak lebih cepat dari Manchester United yang seharusnya berakhir hingga akhir musim 2017/2018. instagram.com

    Penyerang asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, berpose dengan klub barunya LA Galaxy. Ibrahimovic memutus kontrak lebih cepat dari Manchester United yang seharusnya berakhir hingga akhir musim 2017/2018. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku sedang duduk satu meja dengan hidangan piza di atasnya. Namun kenyamanan mereka terganggu oleh kehadiran Zlatan Ibrahimovic yang menyerobot satu kepingan piza itu.

    Karikatur itu muncul di situs Goal. Media sepak bola Eropa punya cara untuk menyambut kepulangan Zlatan Ibrahimovic ke AC Milan. Ibaratnya, Ibra siap mengganggu dominasi dua bintang itu di Serie A.

    AC Milan resmi merekrut kembali Ibrahimovic pada jendela transfer musim dingin 2020. Ibra akan diikat kontrak berdurasi enam bulan hingga 30 Juni 2020. Namun Milan punya opsi perpanjangan kontrak setahun lagi. Sesuai dengan rencana, Ibra akan menjalani tes medis pada Kamis besok.

    Ibrakadabra—julukan Ibrahimovic—menjadi harapan Milan untuk menyudahi perjalanan buruk di musim ini. Dalam 17 pekan laga, Milan hanya mampu enam kali menang, tiga kali imbang, dan delapan kali kalah.

    Tak mengherankan, dengan perolehan sebanyak 21 angka, Rossoneri bertengger di posisi ke-11 klasemen sementara. Penampilan Milan memang buruk. Lihat saja torehan golnya. Tercatat Krzysztof Piatek cs hanya bikin 16 gol. Atau, jika dirata-rata, tak sampai satu gol per partai.

    Untuk itu, Ibra diharapkan memperbaiki catatan itu. Meski tergolong tua untuk pemain sepak bola Eropa, Ibra masih bisa diandalkan. Buktinya, selama dua musim di MLS bersama LA Galaxy, Ibra masih bisa bikin 53 gol dalam 58 laga. Ibra pun optimistis kedua kakinya masih bisa berakrobat mempersembahkan rentetan gol untuk Milan.

    “Saya akan lakukan segala cara untuk menolong Milan mencapai tujuan yang diinginkan,” kata mantan penyerang Inter Milan itu.

    Mantan manajer Ibra di Juventus (2004-2006), Fabio Capello, optimistis pemain berambut gondrong itu bakal jadi solusi tepat untuk masalah Milan. Menurut pelatih berusia 73 tahun itu, Ibra adalah pemain yang punya karakter kuat dan bisa menularkan semangatnya ke pemain lain.

    “Kendalanya, Ibra sudah beberapa bulan tak main di kompetisi. Jadi, butuh waktu untuk kembalikan fisiknya lagi. Tapi saya yakin dia cepat tajam lagi,” kata Capello.

    GOAL | FOOTBALL ITALIA | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.