Soal Nasibnya di Manchester United, Nemanja Matic: Lihat Januari

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United Nemanja Matic, berusaha melewati pemain AZ Alkmaar Dani de Wit dalam pertandingan Grup L Liga Eropa di Cars Jeans Stadion, Hague, 4 Oktober 2019. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Gelandang Manchester United Nemanja Matic, berusaha melewati pemain AZ Alkmaar Dani de Wit dalam pertandingan Grup L Liga Eropa di Cars Jeans Stadion, Hague, 4 Oktober 2019. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontrak Nemanja Matic di Manchester United tersisa enam bulan lagi. Gelandang asal Serbia ini tidak yakin tentang apa yang akan terjadi pada bursa transfer Januari ini.

    Pemain berusia 31 tahun ini tinggal menyisakan kontrak selama enam bulan di Old Traffod. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan klub lain pada bursa transfer musim dingin ini.

    Musim ini, Matic baru dimainkan delapan kali. Ia memulai laga pertama musim ini dengan mengantarkan timnya menang 2-0 atas Burnley di Liga Primer.

    "Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya memiliki kontrak untuk enam bulan lagi. Kita lihat apa yang akan terjadi pada Januari," kata Matic kepada Telegraf.

    "Apakah saya akan memperpanjang kontrak atau mencoba mencari yang lain?" dia menambahkan.

    Ia menjelaskan Manchester United mempunyai opsi untuk memperpanjang kontraknya. "Tapi kami akan melihat apakah rencana klub sesuai dengan rencana saya. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagikarena saya juga tidak benar-benar tahu," tuturnya.

    Menurut Sky Sport Italia, Atletico Madrid merupakan salah satu klun yang tertarik merekrut pemain internasional Serbia itu.

    Sejak bergabung dengan Manchester United dari Chelsea pada Juli 2017, Matic telah mencetak tiga gol dan empat assist dalam 95 penampilannya.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?