Buntut Haaland Gagal ke Manchester United, Raiola Ungkit Pogba

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erling Haaland. Reuters

    Erling Haaland. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen pemain sepak bola Mino Raiola terpancing emosinya ketika ditanya tentang karier Paul Pogba saat ini. Padahal, pada musim lalu, Pogba tampil bagus bersama Manchester United dan tim nasional Prancis.

    Pogba menjadi kreator gol dan assist terbanyak Setan Merah di Liga Primer Inggris dengan 13 gol dan sembilan umpan. Sedangkan di tim nasional, ia sukses membawa Prancis jadi juara Piala Dunia 2018.

    Namun, pada musim ini, penampilan Pogba menurun seiring dengan cedera pergelangan kakinya. Pada musim ini, pemain berusia 26 tahun itu tercatat baru tampil tujuh kali di Liga Primer dengan hasil dua assist.

    Alih-alih memberikan dukungan, sejumlah fan United justru mencibir dan mencaci Pogba. Mereka menganggap Pogba sudah tak mau bermain bersama United. Terlebih sempat muncul kabar bahwa Pogba ingin hengkang ke Madrid pada musim panas lalu.

    Ekpresi gelandang Manchester United Paul Pogba, setelah tendangan penaltinya ditepis kiper Wolverhampton Wanderers Rui Patricio dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton, 20 Agustus 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Raiola pun membantah pendapat tersebut. Menurut pria berbadan tambun itu, justru United yang salah mengurus Pogba.

    "Saya tak akan pernah lagi membawa klien saya ke sana. United bahkan bisa merusak karier pemain hebat macam Maradona, Pele, dan Paulo Maldini," kata Raiola.

    Kalimat Raiola itu tentu sangat tajam bagi kubu United. Mengingat pada Ahad lalu United kehilangan kans mendatangkan penyerang belia Red Bull Salzburg, Erling Braut Haaland.

    Haaland memilih bergabung bersama Borussia Dortmund dengan harga 20 juta euro atau sekitar Rp 310 miliar. Kebetulan agen Haaland adalah Raiola.

    Pemain berusia 19 tahun itu menjadi incaran Manchester merah pada bursa transfer musim dingin nanti. Haaland memang memukau pada musim ini.

    Tampil 28 kali bersama klub Austria, Red Bull Salzburg, di semua kompetisi, Haaland sanggup bikin 28 gol. Delapan di antaranya ia bikin dalam kompetisi paling bergengsi seantero Eropa, Liga Champions.

    Seperti peribahasa ada gula ada semut, bukan cuma United dan Dortmund yang berminat mengejar Haaland. Klub Jerman lain Red Bull Leipzig serta juara Seri A Juventus tertarik mendatangkan pemain berambut pirang itu.

    United sempat bergerak mendekati Haaland. Pada pertengahan Desember lalu—tepatnya setelah United melawan AZ Alkmaar di Liga Europa—Manajer Ole Gunnar Solskjaer terbang ke Salzburg. Solskjaer berusaha membuka lobi-lobi dengan Haaland.

    Sebenarnya Haaland bukan sosok yang asing untuk Solskjaer. Keduanya pernah bekerja sama di Molde, dua tahun lalu.

    Kebetulan keduanya berkebangsaan Norwegia. Jadi, untuk urusan komunikasi dan bicara dari hati ke hati sudah pasti berjalan lancar.

    Seusai pertemuan itu, sejumlah media Inggris menulis optimisme mereka bahwa Haaland bakal mendarat di Old Trafford pada bursa transfer Januari 2020. Namun prediksi mereka salah, Haaland justru mendarat di Westfalen.

    Sejumlah media Inggris menuding Raiola memang sengaja tak menjual Haaland ke United. Selain karena faktor Pogba seperti disebutkan di atas, Raiola menilai belum saatnya Haaland dijual ke tim sebesar United. Haaland perlu ditempa di klub yang pro pemain muda seperti Dortmund.

    Erling Haaland. Reuters

    Jika program belajar Haaland bersama Die Borussen dalam dua atau tiga musim sukses, bisa jadi harga jualnya makin tinggi hingga lebih dari 100 juta euro atau sekitar Rp 1,5 triliun lebih. Kalau sudah begitu, dompet Raiola ikutan gendut.

    Raiola membantah anggapan itu. Ia mengaku tak pernah melarang Haaland memilih United. "Saya mempersilakan siapa pun berbicara dengan Haaland, terlebih Solskjaer yang memang kenal dekat," kata Raiola.

    Ia menegaskan keputusan menerima tawaran Dortmund adalah murni pilihan Haaland. Menurut Raiola, Haaland sendiri yang berpikir bahwa United bukan pilihan yang cerdas untuknya saat ini.

    "Jujur, tak ada yang salah dengan United dan Solskjaer. Tapi saya senang karena Haaland sudah memilih keputusannya sendiri," ucap dia.

    Menurut Raiola, Haaland sadar bahwa Liga Primer Inggris masih terlalu dini buatnya. Maklum, dinamika dan persaingan di tanah Inggris sungguh berat. Alih-alih meroket, bisa jadi Haaland malah terjerembap lantaran kalah saing oleh pemain lain.

    "Jujur, kalau dia memilih ke United, pasti saya akan bantu. Apalagi tawaran dari United sangat besar dan menarik untuknya," ujarnya.

    Raiola pun tak berkeberatan jika United dan fan kadung kesal kepada dirinya. Maklum, fan belum bisa melupakan tindakan Raiola yang memancing gosip keinginan Pogba pindah ke Real Madrid pada musim lalu.

    Dia pun tak mau pusing memikirkan omongan fan dan spekulasi media-media Inggris. "Yang penting, klien saya nyaman," kata Raiola.

    Raiola berpeluang bikin kubu United tersakiti lagi. Sebab, menurut Sky Sports, niat Pogba untuk pergi dari Old Trafford belum hilang. Selain itu, kabarnya Real Madrid dan Juventus masih tertarik mendatangkan Pogba bulan ini.

    Petinggi Manchester United disebut tak akan terlalu berupaya mempertahankan gelandang serba bisa itu. United disebut bersedia melepas Pogba dengan harga 150 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun. Sungguh angka yang tak murah.

    Namun masih ada peluang bagi Pogba untuk keluar dari Manchester merah. Sebab, bisa saja Raiola melakukan trik lihainya pada bursa transfer musim dingin kali ini.

    GOAL | MIRROR | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?