Irkham Zahrul Milla Memilih Tetap Bertahan di PSS Sleman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri (kedua kanan), Witan Sulaeman (kanan), Irkham Zahrul Milla (kedua kiri) dan Syahrian Abimanyu berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019. ANTARA

    Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri (kedua kanan), Witan Sulaeman (kanan), Irkham Zahrul Milla (kedua kiri) dan Syahrian Abimanyu berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah pilar PSS Sleman mulai hengkang satu persatu pada masa bursa transfer jelang kompetisi 2020. Setidaknya saat ini ada dua pilar PSS Sleman yang dipastikan tak lagi memperkuat Elang Jawa pada gelaran musim depan. Gelandang asal Argentina, Brian Fereira, yang memilih pindah ke Madura United dan Ricky Kambuaya yang memperkuat Persebaya.

    Meski demikian, sejumlah pilar PSS memilih bertahan dan memprioritaskan Laskar Sembada sebagai pilihannya menghadapi kompetisi 2020. Salah satunya mantan pemain Tim Nasional Indonesia U-22 saat ajang SEA Games 2019 di Filipina, Irkham Zahrul Milla. Pemain sayap andalan PSS Sleman itu saat ditanya soal pilihannya ke depan memilih menjawab santai. “Sejauh ini prioritas saya masih di sini, di PSS Sleman,” ujar pemain 21 tahun itu Kamis 2 Januari 2019.

    Jika benar masih lanjut bersama PSS pada 2020, pemain  yang memiliki akselerasi dan kecepatan menyisir pertahanan lawan dari sektor sayap itu genap tiga musim sudah membela tim kebanggaan warga Sleman itu.  

    Milla pun belum mau blak-blakan soal kepastiannya akan tetap berseragam PSS Sleman. Hanya saja ia tak menampik, sudah dipanggil menghadap Ketua Eksekutif PSS Sleman, Fatih Chabanto, guna membicarakan kontrak. “Sudah dipanggil (CEO), tapi belum teken (kontrak perpanjangan),” ujarnya.

    Pemain kelahiran Tegal Jawa Tengah itu sudah dua musim membela PSS, sejak kompetisi 2018 atau saat PSS masih berjuang di Liga 2. Ia mengatakan telah meraih kesan mendalam. Model kepemimpinan sang pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro, dan juga suasana kekeluargaan tim yang hangat serta antusiasme suporter menjadi faktor yang membuatnya senantiasa merasa nyaman berkandang di Stadion Maguwoharjo.

    Pemain yang sempat disanjung pelatih Timnas U-23 Indra Sjafrie iniu menuturkan, keluarganya selalu mendukung apapun yang menjadi pilihannya, sSehingga ia tak terbebani harus melangkah ke mana yang menurutnya baik.

    Soal kabar pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro yang dirumorkan akan menangani Timnas senior, Mila mengaku tak akan mempengaruhi pilihannya memprioritaskan PSS. “Untuk coach Seto tentu apapun saya support penuh,” ujar Mila.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.