FA Cup: Prediksi Wolves vs Manchester United

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United Daniel James (tengah) beraksi dengan Arsenal David Luiz dan Granit Xhaka dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Rabu, 1 Januari 2020. Ini menjadi kemenangan pertama Arsenal dalam lima laga terakhir, sekaligus kemenangan pertama pelatih Mikel Arteta. REUTERS/John Sibley

    Pemain Manchester United Daniel James (tengah) beraksi dengan Arsenal David Luiz dan Granit Xhaka dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Rabu, 1 Januari 2020. Ini menjadi kemenangan pertama Arsenal dalam lima laga terakhir, sekaligus kemenangan pertama pelatih Mikel Arteta. REUTERS/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Berangkat ke Stadion Molineux, Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, 46 tahun, membawa dua agenda penting. Pertama, tentu dia perlu membangkitkan mental para pemainnya setelah digasak Arsenal, 2-0, dalam laga awal tahun.

    Agenda lainnya, menghentikan rekor buruk di kandang Wolverhampton Wanderers. Setahun yang lalu, mereka bertandang ke sana dan tak satu kemenangan pun diperoleh. Terakhir, hasilnya hanya main imbang 1-1.

    “Ini adalah yang keempat kalinya saya ada di sana. Hingga saat ini, kami belum pernah menang. Molineux adalah tempat laga yang sulit,” kata Solskjaer saat konferensi pers menjelang laga, kemarin.

    Bersama Liverpool, United boleh dibilang mendapat hasil undian nan apes. Di babak ketiga Piala FA, klub-klub Liga Primer lain bertemu dengan klub di divisi bawah.

    Sedangkan United harus bertemu dengan tim sesama Liga Primer. Sialnya lagi, mereka bertanding melawan Wolverhampton atau biasa disebut sebagai The Wolves.

    Dalam dua tahun belakangan, di bawah asuhan Nuno Espirito Santo, Wolves menjelma menjadi tim yang tak bisa dipandang enteng.

    Di papan klasemen, saat ini mereka berada di peringkat ketujuh dengan selisih satu poin saja dengan United. Di ranah Eropa, mereka juga lolos ke babak 32 besar Liga Europa.

    Ole Gunnar Solskjaer. REUTERS/Scott Heppell

    Solskjaer pun tahu betapa hebatnya tim ini. “Musim lalu, Liverpool kalah di sana. Manchester City juga kalah,” ujarnya.

    United sendiri pernah menjadi korban. Musim lalu, mereka pula yang menghentikan langkah United dalam turnamen Piala FA di babak semifinal.

    “Sebagai tim, mereka memiliki pemain dan manajer yang bagus. Para pemainnya bisa memainkan filosofi permainan yang diinginkan manajer,” ucap Solskjaer.

    Di mata Solskjaer juga, para pemain Wolves telah mengenal satu sama lain. Dengan demikian, mereka bisa mengubah strategi permainan dengan mulus.

    “Saya kira, malam di Molineux itu akan terasa berat,” tuturnya.

    Meski begitu, Solskjaer memancang target untuk menang. Menurut dia, pasukan yang diasuhnya ini harus bangkit, menyusul kekalahan oleh Arsenal pada awal tahun baru lalu.

    “Tentu sekarang kami harus menang di sana. Kami harus bermain bagus sebagai reaksi atas kekalahan kami oleh Arsenal. Orang-orang bilang penampilan kami sangat buruk,” katanya.

    Dalam laga di Emirates itu, United bermain buruk. Tuan rumah Arsenal berhasil mencuri gol pada awal-awal laga, yang menurut Solskjaer menjadi biang kekalahan.

    Namun, secara umum, permainan United masih berkutat pada buruknya kreativitas permainan. Apalagi dengan ompongnya lini tengah, menyusul cederanya Scott McTominay.

    Kerja Solskjaer tentu akan lebih sulit. Menyusul kekalahan Wolves oleh Watford pada pergantian tahun lalu, Nuno Espirito meminta para pemainnya bangkit.

    Espirito menyebutkan penampilan mereka tidak seperti yang ditampilkan. Bermain lambat dan memberikan kesempatan pada lawan untuk menguasai permainan.
    “Pertahanan mereka yang rapat membuat kami sulit menembusnya,” ujarnya.

    Terlebih, yang mengesalkan, kata dia, meski mendapatkan cukup banyak peluang, tak satu pun yang kemudian berbuah menjadi gol.

    “Hari itu bukan milik kami. Tapi kami harus memperbaikinya dan tampil lebih baik,” ucapnya.

    Lantas, apa yang akan dilakukan Solskjaer? Sepertinya tidak akan banyak melakukan perubahan di lini tengah.

    Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    Stok di lini tengah mereka sedang tipis. Walhasil, ada kemungkinan besar duet jangkar Fred dan Matic akan kembali dimainkan.

    Di lini lainnya, Solskjaer dipastikan akan merotasi para pemainnya. Termasuk menggusur Anthony Martial yang selama ini selalu diturunkan menjadi striker.

    Solskjaer memilih Mason Greenwood sebagai starter. Pemain berumur 18 tahun ini dinilai Solskjaer kian matang. Terakhir, dia ikut menyumbangkan gol untuk kemenangan Setan Merah atas Newcastle United, 4-1.

    “Dia telah tumbuh dewasa. Secara fisik dan mental, dia juga kuat,” katanya.

    Greenwood menjadi pemain orbitan ketiga United dari tim junior mereka. Sebelumnya, ada Marcus Rashford dan Scott McTominay.

    Solskjaer menganggap penampilan pemain yang mulai diturunkan pada Maret tahun lalu sudah pantas untuk bermain sebagai starter.

    Tentu harapannya adalah Greenwood bisa bermain cemerlang, sehingga dua agenda Solskjaer di Molineux tersebut bisa tercapai.

    SPORTSMOLE | MANUTD | WATFORDFC | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.