5 Berita Bola Terkini dari Liga 1: Bali United, Persebaya, PSIS

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya, Mochammad Supriadi (kanan) berlatih bersama pemain lain. (instagram/@officialpersebaya)

    Pemain Persebaya, Mochammad Supriadi (kanan) berlatih bersama pemain lain. (instagram/@officialpersebaya)


    PSS Sleman Ditinggal Banyak Pemain

    Sejumlah pemain pilar PSS Sleman dipastikan sudah berganti seragam musim kompetisi 2020 nanti. Hingga akhir pekan ini, setidaknya sudah ada empat pemain PSS yang memilih hengkang dan memilih meneruskan perjalanannya bersama klub Liga 1 lainnya. Tercatat, sudah ada tiga pemain Super Elang Jawa yang diborong Madura United . Sedanhkan yang lainnya ke Persebaya Surabaya.

    Diawali pilar asing PSS Sleman asal Argentina, Brian Fereira, yang lebih dulu merapat ke Madura United. Lalu akhir pekan ini, Sabtu 4 Januari 2020, dua pemain Super Elja, Samuel Christianson dan Haris Tuharea, menyusul Brian bergabung ke barisan Laskar Sape Kerrab.

    Adapun pemain PSS Sleman lainnya, Ricky Kambuaya, juga sudah resmi berseragam Persebaya Surabaya musim kompetisi 2020 nanti. “Iya mereka (berempat) sudah pindah (klub),” ujar juru bicara yang juga Manajer U-16 PSS Sleman, Johanes Sugianto, Ahad 5 Januari 2020.

    Memasuki tahun 2020, PSS Sleman seolah masih tampak adem ayem menyikapi pergerakan bursa transfer pemain. Kabar soal siapa saja pemain anyar yang bakal direkrut juga tak terlalu santer.

    Namun, Jo, panggilan Johanes, memastikan jika saat ini PSS Sleman terus bekerja menyeleksi sejumlah nama yang bakal direkrut untuk persiapan kompetisi Liga 1 2020. Khususnya memastikan perpanjangan kontrak dengan 16 nama pemain musim lalu yang sudah direkomendasikan tim pelatih.

    PRIBADI WICAKSONO | NUR HADI | JAMAL A. NASHR | LIGA INDONESIA | BALIUTD | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.