Resmi Rekrut Bojan Hodak, PSM Makassar Pasang Target Juara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bojan Hodak. (liga-indonesia.id)

    Bojan Hodak. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PSM Makassar resmi merekrut pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2020. Bojan adalah eks pelatih tim nasional usia 19 tahun Malaysia. Dia direkrut setelah Darije Kalezic meninggalkan skuad Juku Eja.

    CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengaku ada perubahan dalam tim kepelatihan Juku Eja. Karena itu, ia berharap tim pelatih ini bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi 2020 ini.

    “Kami kontrak setahun dengan opsi ada perpanjangan ke depan,” kata Munafri Arifuddin saat jumpa pers di Makassar, Senin 6 Januari 2020.

    Dia mengatakan target tim pelatih tetap sama yaitu membawa PSM menjadi juara. Ia berharap adanya perombakan tim pelatih bisa menghadirkan suasana dan warna baru di tubuh tim asal Makassar ini.

    “Saya berharap tahun ini bisa lebih baik ketimbang tahun kemarin,” ucap dia.

    Munafri menambahkan, manajemen klub akan memperkenalkan ke publik nama-nama pemain baru dalam waktu dekat. Sejumlah pemain akan direkrut untuk persiapan mengarungi kompetisi AFC setelah beberapa pemain hengkang.

    “Ada 30 pemain yang akan kami daftarkan di AFC, sudah ada yang beres termasuk pemain asing,” kata Munafri yang masih menyembunyikan identitas pemain-pemain tersebut.

    Pelatih kepala PSM Makassar, Bojan Hodak mengungkapkan alasannya bergabung dengan tim berjulukan Juku Eja ini. "Saya memang mencari tim kuat dan PSM masuk salah satunya," kata dia.

    Saat ini, ia mengatakan, masih mencari kerangka tim yang sekarang ini baru 80 persen. Ia membutuhkan waktu untuk membentuk tim lantaran klub juga akan bermain di AFC selain Liga 1 2020.

    Terkait soal target yang dibebankan kepadanya, Bojan tidak menganggap hal itu sebagai persoalan. Sebab, setiap tim dan pelatih tentu menginginkan klubnya juara dan menang di setiap pertanyangan.

    "Paling pertama, saya akan bicara sama pemain untuk memantau mentalnya dengan pendekatan emosional," ujar Bojan.

    Menurut dia, dalam sepak bola, pemain muda dan tua tak ada bedanya. Jika pemain muda mampu meningkatkan dirinya dan bekerja keras, kata dia, dipastikan masuk tim utama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.