Sidik Saimima ke Bali United, Sempat Berat Tinggalkan PSS Sleman

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidik Saimima. Instagram/@ms_saimima11

    Sidik Saimima. Instagram/@ms_saimima11

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sidik Saimima memilih untuk tidak melanjutkan kontraknya dengan PSS Sleman untuk kompetisi Liga 1 2020. Gelandang yang musim lalu menjadi andalan tim Super Elang Jawa itu memutuskan bergabung dengan klub juara Liga 1 2019, Bali United per 6 Januari 2020.

    "Sebenarnya saya betah sekali di PSS Sleman, saya juga berkembang bersama PSS sampai dipilih masuk (seleksi) timnas kemarin. Jelas bangga main bersama PSS," kata Sidik kepada Tempo Senin 6 Januari 2020.

    Sidik dan pemain PSS lain, Irkham Mila, sempat terpilih masuk tim nasional U-22 asuhan Indra Sjafrie saat persiapan menghadapi SEA Games 2019. Namun, Indra tidak membawa Sidik ke SEA Games di Filipina.

    Sidik menuturkan, sebelum memutuskan berlabuh ke tim berjulukan Serdadu Tridatu, telah berkomunikasi soal kontrak barunya dengan manajemen PSS Sleman untuk kompetisi 2020. "Tapi ya tak juga ada titik temu," ujarnya. Persoalan nilai kontrak yang tidak bisa disanggupi oleh manajemen diduga menjadi faktor Sidik memutuskan pindah.

    Selama membela PSS Sleman, Sidik merasakan kenyamanan dan kekeluargaan yang sangat kental. Hal itu, kata dia, tidak akan bisa dilupakan.

    "Tapi, ya, namanya sepak bola, selalu ada dinamika dan mungkin saya belum berjodoh saja dengan PSS," kata pemain jebolan Persebaya Surabaya itu.

    Ia memutuskan berlabuh ke tim juara Liga 1 2019 Bali United karena ia melihat skuad asuhan Stefano Cugurra alias Teco mempunyai target yang jelas. Rencananya ia sudah bergabung pada latihan perdana bersama Bali United pada Selasa, 7 Januari 2020.

    "Bali United menargetkan ingin menjadi juara lagi musim 2020, itu menjadi semangat buat saya bergabung di tim ini," ujar Sidik.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.