Persiraja Minta Dua Pengecualian Soal Jadwal Liga 1 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiraja Banda Aceh. TEMPO/Iil Askar Mondza

    Persiraja Banda Aceh. TEMPO/Iil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Sejumlah permintaan khusus akan disampaikan manajemen Persiraja Banda Aceh kepada PT Liga Indonesia Baru atau LIB dalam berkompetisi di Liga 1 musim 2020. Diantaranya terkait jadwal pertandingan yang melibatkan tim Bumi Serambi Mekah.

    "Pertama, kita minta soal pertandingan di Bulan Ramadhan. Kita akan kirim permohonan kepada LIB agar selama Ramadhan, kita bertanding away saja," ungkap Presiden Klub, Nazaruddin pada Rabu, 8 Januari 2020.

    Nazaruddin menjelaskan permintaan yang akan disampaikan nantinya dilatarbelakangi status Provinsi Aceh sebagai daerah Syariat Islam. Sehingga selama Ramadhan, diharapkan aktivitas di luar keagamaan dapat diminimalkan dan berfokus dalam melaksanakan ibadah.

    Kedua, permintaan untuk tidak melaksanakan pertandingan kandang pada Kamis malam atau malam Jumat. Musababnya, kebiasaan masyarakat Aceh yang setiap malam Jumat banyak dilaksanakan zikir dan doa bersama di masjid-masjid se-Aceh.

    Dua permintaan ini akan diajukan secara resmi dengan rekomendasi dari berbagai pihak terkait.
    "Kita akan masukkan dua permintaan ini. Mungkin kita juga nanti akan minta rekomendasi dari MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh. Saya kira ini bagian kita juga mendukung kekhususan Aceh, dan PSSI saya kira akan mendukung," papar pria yang akrab disapa Dek Gam tersebut.

    Hal lain yang juga diminta untuk diakomodir terkait dengan laga-laga tandang Persiraja. Jarak antar tandang diharapkan tidak terlalu jauh. Tujuannya, agar dapat menekan biaya transportasi yang harus dikeluarkan manajemen.

    Terbukti dari perkiraan saat ini, plot pembiayaan untuk transportasi saat menjalani jadwal Liga 1 menjadi salah satu yang tertinggi dalam kas manajemen. "Selain kontrak pemain, tertinggi itu soal transport. Makanya kalau bisa, laga away kita bisa sejalan. Misalnya dari Bali, langsung ke Makassar. Atau dari Surabaya, lalu ke Makassar dan ke Jayapura. Pasti lebih efisien," kata Nazaruddin.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.