Kongres Biasa PSSI Digelar di Bali Bulan Ini, Bicara Program 2020

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) memakaikan jaket Timnas Indonesia ke Pelatih Timnas Indonesia Senior yang baru Shin Tae-Yong (kanan) di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu, 28 Desember 2019. Pelatih berusia 50 tahun ini mengatakan tawaran menangani Skuad Garuda berawal dari komunikasinya dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) memakaikan jaket Timnas Indonesia ke Pelatih Timnas Indonesia Senior yang baru Shin Tae-Yong (kanan) di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu, 28 Desember 2019. Pelatih berusia 50 tahun ini mengatakan tawaran menangani Skuad Garuda berawal dari komunikasinya dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - PSSI akan menggelar Kongres Biasa PSSI di Bali pada tanggal 25 Januari 2020. Kongres Biasa PSSI ini memiliki agenda utama laporan kegiatan PSSI tahun 2019 dan penyampaian program PSSI tahun 2020.

    "Undangan untuk Kongres Biasa sudah disampaikan ke anggota. Sesuai statuta PSSI pasal 32 ayat 2, PSSI sudah memberitahukan kepada seluruh anggota tentang pelaksanaan Kongres Biasa ini,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri.

    Dijelaskan, Kongres PSSI akan dihadiri 86 pemilik suara PSSI yang terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, Asosiasi Sepak bola Wanita dan 1 Asosiasi Futsal (FFI). Persiapan matang pun telah dilakukan PSSI agar Kongres berjalan lancar, aman dan sesuai dengan rencana.

    "Kami telah melakukan persiapan dan koordinasi dengan baik pada seluruh bidang. Kami sudah inspeksi tempat Kongres,” ujar Cucu. Menurut Cucu, pada Kongres Biasa ini PSSI akan mengundang Kemenpora, KONI, dan perwakilan FIFA atau AFC.

    PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.