Jadi Pelatih Kiper Persib, Luizinho Passos Punya Ambisi Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih kiper Persib Bandung Luizinho Passos. (ANTARA/INSTAGRAM/Luiziinhopassos_goalk)

    Pelatih kiper Persib Bandung Luizinho Passos. (ANTARA/INSTAGRAM/Luiziinhopassos_goalk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih kiper anyar Persib Bandung, Luizinho Passos, berambisi membentuk para kiper Maung Bandung menjadi benteng tanggung di lini terakhir dan sesedikit mungkin mengalami kebobolan.

    "Persib sudah memiliki kiper hebat. Tapi, saya ingin mereka lebih hebat lagi. Clean sheet sebanyak-banyaknya. Saya ingin membangun tim juara," ujar Luizinho Passos seperti dikutip dalam laman resmi klub, Kamis, 9 Januari 2020.

    Luizinho baru diperkenalkan Persib melalui akun media sosial pada Kamis. Ia akan menggantikan peran Gatot Prasetyo yang memilih hengkang dari klub.

    Saat ini Persib dihuni empat kiper yakni I Made Wirawan, Deden Natsir, Dhika Bhayangkara, dan Aqil Savik. Berdasarkan rumor yang berkembang, Teja Paku Alam juga dikait-kaitkan dengan Maung Bandung.

    Luizinho mengaku sudah tidak sabar memulai kerja sama dengan pelatih kepala Robert Rene Alberts dengan ambisi, berjaya di musim 2020. Persib sendiri dijadwalkan akan memulai latihan pada Jumat pekan ini.

    "Robert (Rene Alberts) itu pelatih yang punya banyak pengalaman di Indonesia. Pastinya saya akan bekerja sebaik mungkin dengan dia dan tim pelatih lainnnya. Kami semua harus membawa tim ini berjaya di musim 2020," kata dia.

    Pria berpaspor Brasil itu dikenal sebagai pencetak kiper berbakat. Ia telah berhasil menempa kiper yang akhirnya tembus ke skuad utama timnas Indonesia seperti Muhammad Ridho dan Nadeo Argawinata kala masih menangani Borneo FC.

    "Sejujurnya, semua kiper itu berbakat asalkan dia mau bekerja keras dalam setiap latihan. Mau mengikuti program dan memiliki keinginan yang kuat untuk bisa menjadi lebih baik," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.