Menebak Langkah Ashley Young setelah dari Manchester United

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Ashley Young berselebrasi usai menjebol gawang Brighton & Hove Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, 25 November 2017. Gol tunggal Ashley Young antarkan MU petik kemenangan tipis atas Brighton & Hove Albion. Reuters/Jason Cairnduff

    Pemain Manchester United, Ashley Young berselebrasi usai menjebol gawang Brighton & Hove Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, 25 November 2017. Gol tunggal Ashley Young antarkan MU petik kemenangan tipis atas Brighton & Hove Albion. Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa depan Ashley Young di Manchester United buram. Sesuai dengan kontrak, masa kerja bek kanan itu di Old Trafford akan habis pada 30 Juni. Namun, hingga kini, tak ada kabar tentang perpanjangan kontrak pemain berusia 34 tahun itu.

    Sejumlah media Inggris menduga usia yang tak muda lagi bikin kans mantan pemain Aston Villa itu tak dipertahankan United. Terlebih United sejak musim panas tahun lalu sudah punya pemain bek kanan muda nan jempolan, Aaron Wan-Bissaka. Sejauh ini, penampilan Wan-Bissaka saat berseragam merah United terbilang bagus.

    Sejatinya, Young masih bisa dimainkan di posisi lain, seperti sayap kanan dan gelandang. Pemain lulusan akademi Watford itu memang bintang serba bisa. Kuat dalam bertahan dan menyerang. Ia juga punya akurasi tendangan yang ciamik dengan kedua kakinya.

    Berbarengan dengan jendela transfer pada Januari ini, nama Young sering muncul di media-media Inggris. Paling sering, Young disebut bakal merantau ke Seri A bersama Inter Milan. Jika benar, kapten United itu berpeluang menyusul dua rekannya yang lebih dulu bergabung dengan I Nerazzurri, yakni Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.

    Lukaku pindah ke San Siro pada hari-hari terakhir jendela transfer dengan harga 65 juta euro atau Rp 1 triliun. Pemain berkebangsaan Belgia itu diikat kontrak kerja hingga pertengahan 2024. Sedangkan Sanchez bergabung dengan La Beneamata dengan skema peminjaman berdurasi satu musim.

    Keduanya memilih pergi ke Inter karena jengkel akibat sulit mendapat waktu bermain di bawah asuhan manajer Ole Gunnar Solskjaer. Kebetulan, Inter ditangani manajer anyar Antonio Conte sejak musim panas 2019. Conte pun dibekali cukup uang untuk belanja pemain. Selain membeli Lukaku dan Sanchez, Conte mendatangkan delapan pemain lain.

    Beruntung bagi Lukaku, ketajamannya terjaga pada musim perdananya di Seri A. Tercatat pemain berusia 26 tahun itu sanggup bikin 14 gol dan bertengger di tangga kedua klasemen top scorer sementara.

    Adapun nasib Sanchez terbilang apes. Sampai di Inter, kondisi fisiknya belum bugar amat. Setelah menjajal tiga laga di Seri A, ia malah cedera pergelangan kaki. Walhasil, ia absen setidaknya dalam 12 laga terakhir.

    Untuk Young, sejumlah media Italia menyatakan bahwa Conte memang tertarik pada jasa pemain dengan tinggi 176 sentimeter itu. Alasannya, Young bisa dimainkan hampir di semua posisi.

    Di atas kertas, United bisa saja melepas Young untuk menyusul Lukaku dan Sanchez. Sebab, Setan Merah masih bisa mendapat duit dari penjualan Young. Menurut data Transfermarkt, Young ditaksir bernilai 4 juta euro atau Rp 62 miliar. Jika tidak, United harus rela melepas Young secara gratis pada 30 Juni mendatang.

    Inter sejauh ini dikabarkan berminat membeli Young dalam bursa transfer musim dingin pada bulan ini. Bahkan Inter disebut siap menyodorkan kontrak selama satu setengah musim atau 18 bulan untuk Young.

    Namun, menurut Goal, kubu United justru galau. Pejabat eksekutif tertinggi Manchester Merah, Ed Woodward, tak rela melepas Young. Alasannya, penampilan United saat ini masih belum konsisten. Kehilangan Young berpeluang meninggalkan lubang yang bisa bikin langkah United kian berat.

    Saat ini, Manchester United bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan 31 angka, hasil dari 8 kemenangan, 7 kali seri, dan 6 kali kalah. Posisi tersebut belum aman mengingat selisih dengan tim penghuni posisi ke-6 hingga ke-9 hanya terpaut tiga angka.

    Manajer Solskjaer pun sependapat dengan alasan Woodward. Pelatih berusia 46 tahun itu bahkan tak semangat membahas isu kepergian Young. "Saya kira ini bukan waktu yang tepat untuk membahas Young. Saya tak mau ambil risiko membuat tim ini makin lemah. Kami lebih memilih berfokus untuk memperkuat tim ini," kata mantan Manajer Molde itu.

    Jika sudah begini, kepergian Young hanya menunggu waktu. Sebab, cepat atau lambat Young pasti akan pergi dari Old Trafford. Adapun Young saat ini memilih berfokus menjaga ritme penampilan United. "Semoga tim ini masih bisa masuk empat besar. Penting bagi kami untuk menjaga tren kemenangan," kata Young.

    DAILYMAIL | EXPRESS | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.