Saham Mayoritas PSS Sleman Dijual, Ini Kekhawatiran Slemania

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter PSS Sleman, Slemania. ANTARA/ Wahyu Putro A

    Suporter PSS Sleman, Slemania. ANTARA/ Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Yogyakarta  - Kelompok suporter PSS Sleman, Slemania, ikut merasa cemas dengan rencana penjualan saham mayoritas PSS Sleman di tengah persiapan pelik tim Super Elang Jawa menghadapi Liga 1 2020.

    Slemania khawatir rencana penjualan saham oleh pemilik saham mayoritas yang juga eks CEO PSS Sleman, Soekeno, berdampak makin lambatnya Sleman menyiapkan musim kompetisi 2020.

    “Ya bagaimana, kompetisi 2020 kan tinggal sebentar lagi. Sekarang pelatih saja belum terbentuk, tim pemain belum terbentuk, ditambah ada rencana (penjualan saham PSS) itu,” ujar Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan kepada Tempo Selasa 14 Januari 2020.

    Selain itu, Asep khawatir, dengan penjualan saham PSS Sleman itu, tim jadi didera krisis finansial dalam persiapan kompetisi. Yang akhirnya berdampak pada asal-asalannya pembentukan tim.

    “Kami khawatir secara finansial dampak penjualan itu mempengarhui persiapan tim, seperti belanja pemain dan lainnya,” ujarnya.

    Walau demikian, ujar Asep, pihaknya tetap menghormati jika keputusan itu memang yang akan diambil pemegang saham mayoritas PSS Sleman.

    Hanya saja pihaknya mewanti wanti, agar Soekeno juga mendapatkan investor yang tak asal berduit. Namun juga mencintai sepakbola dan mau berkorban demi PSS. “Istilahnya, investor baru nanti kalau bisa yang wani nggetih (berani berdarah) untuk kemajuan PSS lah,” ujarnya.

    Wujud investor yang dinilai wani nggetih itu, ujar Asep, yang berani membangun tim PSS Sleman dengan materi materi pemain berkualitas. Yang bisa mengantarkan PSS mencapai target Liga 1 2020.

    Asep menuturkan, suporter Sleman sendiri menurutnya akan selalu loyal pada tim. Siapapun pemilik PSS ke depan. Namun pihaknya memberi catatan agar investor baru yang meminang PSS Sleman kelak juga tak membawa ranah sepakbola untuk kepentingan lain. Misalnya politik.

    Ditanya siapa invcestor ideal bagi PSS Sleman, apakah politikus atau pengusaha, Asep tak menjawab gamblang. Hanya memberi penjelasan jika kelak Elang Jawa ditangani politikus, dikhawatirkan PSS Sleman bakal rentan dijadikan komoditas politik. “Ya monggo siapa saja, yang jelas kami berharap PSS Sleman nanti benar benar ditangani orang yang siap berkorban demi kemajuan tim ini,” ujarnya.

    Eks CEO PSS Sleman, Soekeno, kepada Tempo memastikan akan menjual seluruh saham yang dikuasainya yakni 68 persen. Dengan kisaran nilai Rp 15-20 miliar. “Sudah ada empat sampai lima orang yang berminat dan negosiasi, belum selesai negosiasinya,” ujarnya. Sopekeno mengisyaratkan, calon pembeli saham mayoritas PSS bukan berlatar politik. “Pengusaha lokal kok,” ujarnya memberi petunjuk.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.