Quique Setien Sebut Akan Pertahankan Gaya Main Barcelona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Quique Setien. (marca.com)

    Quique Setien. (marca.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Quique Setien resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Barcelona. Dalam jumpa pers perdana, ia mencoba memikat hati penggemarBarcelona dengan menyatakan rasa cintanya kepada gaya bermain Lionel Messi dan kawan-kawan.

    "Saya cinta DNA Barca," kata Setien. "Saya menikmati menyaksikan Barca dari luar lingkaran, dari layar kaca. Saya menganalisisnya. Dan saya akan memberi sentuhan dan detil ala saya."

    Manajer asal Spanyol ini menegaskan tidak akan mengubah gaya bermain Barcelona. Menurut dia, cara terbaik untuk meraih kemenangan ialah dengan menerapkan gaya bermain yang bagus. "Saya ingin mempertahankan cara itu untuk waktu yang lama," sebut dia.  

    Setien ditunjuk hanya beberapa jam setelah pemecatan Ernesto Valverde pada Selasa, kemarin. Sepanjang jumpa pers Setien banyak mengumbar pujian kepada Barcelona, mulai dari sistem pembinaan pemain muda, skuad yang ada, pendahulunya Valverde dan tentunya megabintang Lionel Messi.

    "Ia (Messi) unik dan spesial. Sejujurnya saya belum merasakan langsung bagaimana melatih pemain terbaik di dunia dan rekan-rekannya," ujar Setien.

    Pria berusia 61 tahun ini pun senang manajemen bisa memberi kepercayaan untuk menjadi manajer di klub terbesar Eropa. "Kemarin, saya duduk tenang di rumah dan tiba-tiba sekarang ada di Ciutat Esportiva (markas latihan Barcelona)," kata Setien.

    Sebagai pelatih, Setien tak mempunyai rekam jejak mentereng di setiap klub yang dipegang sebab tak ada trofi yang direbutnya. Prestasi terbaiknya ialah keberhasilan menuntun Racing Santander promosi ke Liga Spanyol pada musim 2001/02. Terakhir kali Setien menangani Real Betis sebelum meninggalkan tim itu pada akhir musim lalu.

    Sebelum memutuskan Setien menempati kursi manajer, Barcelona sempat mengejar Xavi Hernandez. Namun mantan gelandang utama Barca di era Pep Guardiola itu enggan kembali ke Nou Camp dan memilih bertahan di klub Qatar, Al Sadd.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?