Bursa Transfer: Tottenham Pinjam Gedson Fernandes dari Benfica

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedson Fernandes. (skysports.com)

    Gedson Fernandes. (skysports.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedson Fernandes resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur sebagai pemain pinjaman selama 18 bulan dari Benfica. Kesepakatan itu juga termasuk opsi membeli gelandang berusia 21 tahun itu dengan harga 42,76 juta pound sterling (sekitar Rp 762 miliar).

    Benfica menyetujui kesepakatan transfer dengan Tottenham dan West Ham, tetapi Fernandes lebih memilih bergabung dengan Spurs, yang dilatih oleh kompatriotnya asal Portugal Jose Mourinho. Pemain tersebut menjadi pembelian pertama Mourinho sebagai pelatih klub London Utara tersebut sejak mengambil alih posisi Maurico Pochettino pada November tahun lalu.

    Sebelumnya Chelsea menawarkan kesepakatan pinjaman awal dengan kewajiban mempermanenkannya dengan nilai 55 juta poundsterling (sekitar Rp889 miliar) bila Fernandes bermain setidaknya 50 persen pertandingan selama periode peminjaman selama 18 bulan.

    Sedangkan West Ham diperkirakan telah membuat tawaran serupa dengan opsi pemelian tetap dengan dana 33 juta pound sterling (sekitar Rp 587 miliar), dengan syarat persentase penampilan yang lebih rendah.

    Klub Prancis Lyon dan Italia AC Milan juga telah memberikan penawaran resmi, tetapi Fernandes lebih memilih pindah ke Liga Premier Inggris.

    Tottenham sangat membutuhkan tambahan di lini tengah mereka setelah Moussa Sissoko mengalami cedara, yang telah absen selama tiga bulan setelah menjalani operasi di ligamen lutut kanannya.

    Fernandes sudah dua kali membela timnas Portugal. Ia juga sudah 53 kali buat Benfica di semua kompetisi dengan mencetak tiga gol. Ia akan mengenakan nomor punggung 30 di Spurs.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?