Bursa Transfer Liga 1: Persebaya Dapatkan Makan Konate

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Arema FC, Makan Konate. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepak bola Arema FC, Makan Konate. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya Surabaya akhirnya resmi mengumumkan Makan Konate sebagai rekrutan anyarnya. Pengumuman itu disampaikan manajemen Persebaya melalui akun media sosial klub pada Kamis, 16 Januari 2020.

    "Alhamdulillah, akhirnya Makan juga. Inilah Makan yang kita nantikan selama ini. Persebaya harus menunggu berminggu-minggu untuk mengumumkan Makan Konate sebagai salah satu rekrutan terbaru karena alasan administrasi," tulis Persebaya.

    Eks gelandang Arema FC itu mengucapkan terima kasih bisa bergabung dengan Persebaya. Dia berharap tahun ini dapat membawa Persebaya menjadi juara. "Mudah-mudahan tahun ini kita bisa juara," katanya dalam unggahan video.

    Pengumuman perekrutan pemain 28 tahun ini sebenarnya tidak mengejutkan. Sejak memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan Arema FC, pemain asal Mali ini sudah santer dikabarkan bakal berseragam Green Force--julukan Persebaya.

    Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda, bahkan sudah memberikan kode dengan kata "makan-makan" ketika memberikan sambutan sebelum laga uji coba Persebaya melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Makan Konate menjadi salah satu pemain asing yang jadi buruan tim-tim besar Liga 1. Sebelum memutuskan berseragam Green Force, gelandang yang musim lalu mencetak 16 gol untuk Arema FC ini diminati Persib Bandung dan Bhayangkara FC.

    Dengan bergabungnya Makan Konate, kuota empat pemain asing Green Force sudah terpenuhi. Sebelumnya mereka sudah memiliki striker David da Silva, gelandang bertahan Aryn Williams, dan pemain anyar serba bisa berdarah Swedia Mahmoud Eid.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.