Putra Amien Rais Calon Kuat Bos Baru PSS Sleman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSS Sleman memperkenalkan pelatih kepala baru Eduardo Perez Moran Rabu 15 Januari 2020 di Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    PSS Sleman memperkenalkan pelatih kepala baru Eduardo Perez Moran Rabu 15 Januari 2020 di Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Putera ketiga politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais berniat membeli mayoritas saham PSS Sleman.

    Saham mayoritas PSS Sleman, sebesar 68 persen, kini memang tengah ditawarkan ke sejumlah investor oleh sang pemilk, Soekeno.

    “PSS Sleman sejak kecil memang klub kebanggana saya. Ndilalah (kebetulan) sekarang ada peluang PSS dijual sahamnya oleh Pak Soekeno, saya pun tertarik membelinya,” ujar Mumtaz kepada Tempo, Kamis 16 Januari 2020.

    Mumtaz mengaku ia sudah berkomunikasi langsung dengan Soekeno soal tawaran penjualan PSS itu. Komunikasi itu bahkan sudah dilakukannya sejak sekitar akhir tahun 2019 lalu.

    Hanya saja, ujar Mumtaz, komunikasi dengan Soekano memang baru tahap awal. Alias belum menyentuh ranah teknis.

    “Untuk omong detail soal angka (harga saham PSS), juga bagaimana teknis pembayarannya itu belum dibicarakan, baru tahap jagongan (ngobrol biasa),” ujarnya.

    Mumtaz menilai tawaran harga 68 persen saham PSS Sleman yag disebut Soekeno berkisar Rp 15-20 miliar menurutnya juga tak bisa disebut murah namun juga tak bisa dibilang mahal. "Harganya sih affordable (terjangkau)," ujarnya.

    Mumtaz mengatakan, ia memang tak ingin buru buru meminang PSS Sleman. Karena sebelum melangkah lebih jauh untuk mewujudkan niatannya ia kini masih menunggu saran dari orang yang dianggapnya suhu dalam manajemen klub sepak bola, yakni Erick Thohir, yang kini menjabat Menteri BUMN.

    “Bang Erick kan kebetulan sangat dekat dengan keluargaku, dari pak Zul (Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN yang juga mertua Mumtaz). Bang Erick yang sangat paham how to manage a football club, jadi saya nunggu ketemu dia dulu (sebelum beli PSS Sleman),” katanya.

    Jika Eric menilai PSS Sleman layak dibeli, Mumtaz tak akan berpikir dua kali untuk segera melakukan negosiasi lanjut soal harga dengan Soekeno. “Tapi kalau Bang Eric menilai kurang menguntungkan, ya saya pikir ulang,” ujarnya.  

    Mumtaz sendiri mengaku sudah cinta mati PSS Sleman sejak remaja. Ia mengikuti kiprah Super Elang Jawa itu kala masih berlaga di Divisi II, Divisi I lalu ke Divisi Utama. Sebagai warga Sleman, Mumtaz kala remaja pun juga mengaku sangat dekat dengan aktivitas Slemania, salah satu wadah suporter PSS Sleman. Sebelum lahirnya wadah suporter PSS Sleman lain, Brigata  Curva Sud atau BCS. “Tapi tak sampai jadi pengurus di Slemania,” ujarnya.

    Tak hanya tertarik mengamati pertandingan atau sekadar bermain gamenya, Mumtaz mengaku juga bermain bola.  Bahkan pria yang tengah mempersiapkan diri mengikuti pemilihan kepala daerah Sleman 2020 itu sempat dikenal cukup handal bermain bola. “Saya dulu pernah dijuluki teman teman Rui Costanya Jogja, karena dianggap punya gaya bermain yang sama dia,” ujarnya terkekeh.

    Rui Costa sendiri dikenal sebagai mantan gelandang asal Portugal yang pernah membela sejumlah klub bergengsi seperti AC Milan, SL Benfica dan Fiorentina kurun waktu 1994-2006. Dengan latar belakang suka bola dan mencintai PSS Sleman itulah, Mumtaz berniat meminang PSS Sleman agar bisa menjadi klubnya.  

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.