Liverpool Vs MU 2-0, Solskjaer Rindu Sentuhan Akhir Berkualitas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Gunnar Solskjaer. REUTERS/Scott Heppell

    Ole Gunnar Solskjaer. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menyebut timnya cuma kurang sentuhan akhir yang baik ketika kalah 0-2 dari Liverpool di Anfield, Senin dinihari WIB.

    MU tertinggal lebih dulu akibat sundulan Virgil van Dijk dalam situasi sepak pojok, 14 menit setelah sepak mula, sebelum rentetan serangan Liverpool berhasil diredam.

    "Saya pikir ketika kami tertinggal satu gol, reaksi para pemain sangat baik," kata Solskjaer kepada MUTV selepas pertandingan.

    "Tentu saja 10 menit awal babak pertama, menghadapi tim sekelas mereka selalu ada tekanan balik, tapi kami punya kiper yang tampil fantastis dan lini belakang juga melakukan pekerjaan dengan baik," ujarnya menambahkan.

    Lantas Solskjaer menyebut timnya perlahan merebut kendali permainan balik menciptakan tekanan dengan transisi permainan yang bagus.

    "Tapi tidak ada sentuhan akhir yang baik, entah itu umpan terobosan, umpan silang ataupun tembakan penyelesaian," katanya.

    "Jika saja ada sedikit sentuhan akhir berkualitas, mungkin kami bisa meraih poin atau bahkan memenangkan pertandingan," ujar Solskjaer menambahkan.

    Bukannya menemukan sentuhan akhir berkualitas, gawang David de Gea malah kebobolan lagi di pengujung laga ketika Alisson Becker melepaskan umpan jauh untuk memulai serangan balik yang diakhiri tembakan Mohamed Salah.

    Seran Merah akhirnya harus rela menelan kekalahan 0-2 dan pulang dengan tangan hampa dari Anfield. Manchester United tertahan di urutan kelima dengan koleksi 34 poin, sembari menyaksikan Liverpool bercokol kokoh di puncak klasemen bermodalkan raihan 64 poin.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.