Kata Iwan Bule, Menpora Ingin Satgas Antimafia Bola Aktif Lagi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudi Amali dan Ketua Umum PSSI Mochmad Iriawan memantau latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Senin, 13 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Menpora Zainudi Amali dan Ketua Umum PSSI Mochmad Iriawan memantau latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Senin, 13 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengatakan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berharap supaya Satgas Antimafia Bola bisa diaktifkan lagi. Menurut Iriawan, Menpora telah menyampaikan permintaan itu langsung ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam rapat kabinet terbatas.

    "Secara implisit Pak Menpora minta ke Presiden di ratas, minta kepada Kapolri, supaya satgas dibentuk terus," kata Iwan Bule di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melepas Timnas U-19 ke Thailand, Senin, 20 Januari 2020.

    Satgas Antimafia Bola telah berjalan selama dua periode di bawah pimpin Brigadir Jenderal Hendro Pandowo. Satgas Jilid I bertugas pada 12 Desember 2018 hingga Juni 2019. Sementara Satgas Jilid II masa tugasnya 6 Agustus sampai 20 Desember 2019.

    Iwan Bule yang kini juga masih menjabat sebagai Sekretaris Utama Lemhanas menyebutkan Menpora meminta untuk mengaktifkan terus Satgas Antimafia Bola karena satgas itu dinilai memberikan dampak luar biasa. Ia meyakini Zainudin mendapat banyak masukan terkait keuntungan adanya satgas tersebut sehingga berani meminta langsung ke Presiden Jokowi. "Kita tinggal tunggu," katanya.

    Hendro Pandowo, Kepala Satgas Antimafia Bola, sebelumnya mengungkapkan bahwa upaya pengaturan skor masih tetap ada meski ada pemantauan dan pengawasan ketat. Ia menyebutkan timnya beberapa kali melakukan penyelidikan seperti ketika ada pertandingan di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah. Namun, menurut Hendro, saat itu bukti yang dimiliki untuk menjerat pelaku belum cukup.

    "Tapi itu sudah merupakan warning buat kita, kan bisa saja mereka sudah mengerti, sudah mengetahui modus opeandi, bisa menyembunyikan. Bermain lebih rapi terjadinya match fixing. Namun demikian tidak ada suatu tindakan pidana yang tidak meninggalkan jejak," ujar Hendro pada 12 Desember 2019.

    Hendro mengungkapkan, pada November 2019, timnya menemukan adanya upaya penyuapan untuk mempengaruhi hasil pertandingan antara Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang. "Dia atur skor, melibatkan manajer klub, kemudian wasit, perantara, Enam orang kita lakukan penahanan. Saat ini kami proses untuk melengkapi berkas perkara," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.