Pep Guardiola, Kevin Keegan, dan Drama Perebutan Puncak Klasemen

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, meraih kemenangan penting di Sadion Bramall Lane, Sheffield, dinihari tadi, Rabu 21 Januari 2020, atas tuan rumah Sheffield United dengan skor tipis 1-0.

    City kini berjarak 13 poin dari Liverpool di puncak klasemen Liga Primer Inggris. Dalam sepak bola segala keajaiban bisa terjadi. Pada musim 1995-1996, pemain legendaris Liverpool, Kevin Keegan, memanajeri dan memimpin Newcastle United menjulang di puncak dengan keunggulan 12 poin.

    Tapi, kekalahan pada periode Februari-Maret, membuat pasukan Kevin Keegan akhir harus finis di urutan kedua di belakang Manchester United.   

    Itu sebabnya bukan tak mungkin City bisa mendapatkan keajaiban seperti setelah melewati salah satu titik gentingnya dalam sebuah pertandingan.

    Seperti yang dikemukakan Guardiola dalam konferensi pers setelah pertandingan, laga  dinihari tadi sulit dan keras. Manajer asal Spanyol itu memuji lawannya yang diasuh Chris Wilder. Bahkan, Pep mengatakan ia banyak belajar dari permainan lawannya.

    Pep Guardiola mesti mengeluarkan pemain penyerang bomber miliknya, Sergio Aguero, dari bangku cadangan untuk mengalahkan Sheffield United pada pekan ke-24 Liga Primer Inggris musim 2019-2020 ini.

    Ketika pertahanan Sheffield susah ditembus sampai menit ke-67, Guardiola menarik keluar pemain penyerang muda asal Brasil, Gabriel Jesus, dan menggantikannya dengan ujung tombak kawakan dari Argentina, Sergio Aguero.

    Sekitar enam kemudian, juga berkat umpan silang yang begitu akurat dari pemain gelandang Belgia, Kevin de Bruyne, Aguero bisa menjebol gawang Sheffield United. Ini adalah gol keenam Aguero dari tiga penampilan terakhirnya di City.

    Skor 1-0 itu bertahan sampai babak kedua selesai. Manchester City pun semakin menjauh dari Leicester City yang ada di urutan ketiga dari 20 tim Liga Primer Inggris dengan selisih enam poin.

    Tapi, sang juara bertahan ini tetap saja masih berjarak jauh dari Liverpool di puncak klasemen, yaitu 13 poin. Sedangkan Liverpool baru menjalani 22 pertandingan.

    Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan fokusnya sekarang adalah bagaimana City bisa mengamankan tempatnya dalam zona Liga Champions Eropa, yaitu empat besar klasemen pada akhir musim.   

    Tapi, jangan terlalu percaya kepada komentar yang ada di atas permukaan dari Pep Guardiola. Pelatih yang sukses membawa Barcelona memenangi La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa serta memimpin Bayern Munich mempertahankan dominasi di Bundesliga pasti rajin membaca sejarah, termasuk catatan drama Kevin Keegan bersama the Magpies itu.

    Pep Guardiola tidak bakal gampang menyerah. Ia sudah sarat pengalaman sebagai pemain dan pelatih di La Liga, Seri A Liga Italia, dan kini Liga Primer Inggris. Lagi pula anak didik Johan Cruyff ini belum menarik sepenggal kalimatnya tahun lalu, “Kami (Manchester City) tak akan pernah menyerah sampai akhir (kompetisi).”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.