Persija Jakarta Kembali Kontrak Maman Abdurrahman, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Maman Abdurrahman (atas) mencoba melewati pemain Sriwijaya FC  saat pertandingan babak penyisihan grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, 25 November 2015. Persija Jakarta berada di posisi dua dengan nilai enam dari dua laga, tertinggal tiga poin dari Arema Cronus. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain Persija Jakarta, Maman Abdurrahman (atas) mencoba melewati pemain Sriwijaya FC saat pertandingan babak penyisihan grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, 25 November 2015. Persija Jakarta berada di posisi dua dengan nilai enam dari dua laga, tertinggal tiga poin dari Arema Cronus. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta memutuskan untuk kembali menggontrak Maman Aburrahman. Sempat tidak diperpanjang kontraknya, pemain berusia 37 tahun ini dipanggil lagi.

    "Kami resmi kembali mengontrak Maman. Setelah melalui pertimbangan yang matang dan panjang, Maman masih dibutuhkan tim sebagai pemain yang sekaligus menjadi panutan di lini belakang bersama Ismed Sofyan," kata Presiden Klub Persija, Mohamad Prapanca, seperti dikutip dari situs resmi klub, Rabu, 22 Januari 2020.

    Menurut Prapanca, tim pelatih menginginkan Maman kembali setelah melihat video pertandingan mantan bek andalan Timnas Indonesia itu dan diskusi yang panjang.

    Meski usianya sudah tidak muda lagi, kata Prapanca, level permainan Maman tetap berada di level tertinggi. Ia sebelumnya juga turut membawa tim berjulukan Macan Kemayoran ini meraih juara Liga 1 Indonesia 2018.

    Musim lalu Maman bermain 15 pertandingan. Ia beberapa kali absen karena mengambil lisensi kepelatihan bersama Ismed Sofyan.

    Dalam persiapan menjelang kompetisi Liga 1 2020, Persija Jakarta terus memperkuat komposisi tim. Sebelumnya klub ini merekrut Otavio Dutra, Alfath Faathier hingga Rafli Mursalim.

    PERSIJA ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.