PSM Makassar Libas Lalenok 4-1, Begini Komentar Bojan Hodak

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola PSM Makassar Ferdinand Sinaga beraksi setelah berhasil membobol gawang Lalenok United Timor Leste dalam pertandingan play off AFC Cup 2020 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Ferdinand Sinaga mencetak hattrick bagi PSM pada menit ke-12, 68, dan 72. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pesepak bola PSM Makassar Ferdinand Sinaga beraksi setelah berhasil membobol gawang Lalenok United Timor Leste dalam pertandingan play off AFC Cup 2020 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Ferdinand Sinaga mencetak hattrick bagi PSM pada menit ke-12, 68, dan 72. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - PSM Makassar melibas Lalenok United 4-1 dalam laga pertama babak kualifikasi Piala AFC 2020 zona Asia Tenggara di Stadion I Wayan Kapten Dipta, Bali, Rabu sore, 22 Januari 2020. Tim asal Timor Leste itu memilih berkandang di Bali.

    Meski timnya menang dengan skor besar, pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya. Menurut Bojan, fisik dan teknik para pemainnya belum maksimal.

    "Performa pemain tak bagus, belum sesuai dengan yang kami harapkan," kata Bojan seusai pertandingan.

    Pelatih berkebangsaan Kroasia itu berujar para pemain butuh waktu untuk saling memahami, apalagi latihan bersama baru dilakukan selama 10 hari.

    Walaupun belum sesuai harapannya, Bojan menilai, pemain asuhannya sudah menunjukkan karakter yang kuat dan semangat yang tinggi saat bermain selama 90 menit.

    Pesepak bola PSM Makassar Willem Jan Pluim (kedua kiri) menggiring bola yang dihadang pesepak bola Lalenok United Timor Leste Francisco Minorino Savio (kiri) dan Francisco Da Costa (kedua kanan) dalam pertandingan play off AFC Cup 2020 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Kedua klub ini akan bertemu kembali di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 29 Januari mendatang. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Sebelum bertanding, Bojan menginstruksikan kepada para pemain untuk bermain sabar untuk menghindari terjadinya kesalahan sendiri di lapangan.

    Apa yang menjadi kekhawatirannya ternyata kejadian di lapangan. Ia mengakui banyak terjadi kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pemain selama di lapangan. "Tapi paling penting hasil yang kami dapatkan hari ini," kata dia dikutip dari rilis dari Media Officer PSM melalui WhatsApp.

    Bojan mengatakan tak ingin jemawa dengan kemenangan ini. Ia juga mengingatkan pemainnya bahwa masih ada dua pertandingan lagi yang harus dilakoni untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

    Pelatih Kroasia itu menambahkan, dirinya bersyukur karena dua pemain yaitu Marc Klok dan Asnawi Mangkualam sudah bisa bergabung dalam latihan bersama. Bojan berharap kehadiran Klok bisa menjadi amunisi baru bagi skuad Juku Eja meski kondisi fisiknya tidak seratus persen seperti harapannya, baru 70 persen.

    "Dua pertandingan menentukan, apakah melaju ke babak selanjutnya atau tidak. Klok bisa memulai pertandingan tapi 15-20 menit terakhir saja," ujarnya.

    Ke depan, Bojan melanjutkan, tim pelatih bakal menunjukkan semua kesalahan yang dilakukan pemain saat melawan Lalenok agar mereka mengetahi dan bisa mengerti satu sama lain, apalagi ada beberapa pemain yang baru bergabung pada musim ini.

    Dalam laga ini, Ferdinand Sinaga mencetak tiga gol. Penyerang PSM ini mengatakan kemenangan ini patut disyukuri sebagai bekal untuk pertandingan berikutnya.

    Menurut Ferdinand, tiga gol yang dia buat pada laga ini tercipta berkat kreativitas kapten Willjan Pluim dalam mengatur ritme permainan. “Terakhir saya hattrick tahun 2014, Pluim luar biasa dalam pertandingan ini,” ucap pemain nomor punggung 6 ini.

    Ferdinand mencetak gol pada menit 12, 70, dan 72. Satu gol lagi disumbang oleh Giancarlo Lopes pada menit 41. Sedangkan Lalenok membuat satu gol lewat Daniel Adade pada menit ke-2.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.