Bhayangkara FC Taklukkan Visakha FC, Paul Munster Puas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Performa Bhayangkara FC saat menaklukkan Visakha FC dengan skor 1-0 dalam turnamen Siem Reap Super Asia Cup 2020 di Kamboja, Jumat, memuaskan pelatih Paul Munster.

    "Ini pertandingan perdana kami di tahun 2020 dan kami sukses mencetak gol juga mencatatkan 'clean sheet'," kata Munster, dikutip dari laman resmi Bhayangkara FC di Jakarta, Jumat.

    Kegembiraan juru taktik asal Irlandia Utara itu bertambah lantaran para pemain baru Bhayangkara FC untuk musim 2020 yakni Lee Won-Jae, Nady Bi Bola Guy-Herve, Renan da Silva dan Ahmad Nur Hardianto bermain dengan baik.

    Bahkan Renan Silva menjadi penentu kemenangan Bhayangkara atas Visakha dengan gol tunggal yang dilesakkannya.

    "Mereka mampu bekerja sama dengan baik dengan para pemain yang sudah ada sebelumnya," tutur pelatih berusia 37 tahun tersebut.

    Renan da Silva juga tidak bisa menyembunyikan bahagianya dapat melesakkan gol di laga pertamanya bersama Bhayangkara FC. Pesepak bola yang pada tahun 2019 berkostum Borneo FC itu senang dapat membawa timnya menang dan melaju ke final.

    "Saya sangat senang. Ini adalah laga pertama saya di klub baru dan saya mampu mencetak gol. Namun, yang membuat saya lebih puas dan senang adalah saya mampu membawa tim meraih kemenangan," tutur pria berkewarganegaraan Brasil itu.

    Kemenangan 1-0 atas Visakha FC membuat Bhayangkara berhak menginjakkan kaki di partai puncak Siem Reap Super Asia Cup 2020. Di final, Minggu, 26 Januari, skuat berjuluk The Guardian akan menghadapi klub wakil Malaysia Petaling Jaya City FC yang di laga lain menumbangkan Angkor Tiger FC (Kamboja) dengan skor 1-0.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.