Piala FA: AFC Bournemouth vs Arsenal, Martinelli Berpeluang Main

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal Gabriel Martinelli, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang West Ham United dalam pertandingan Liga Inggris di London Stadium, 10 Desember 2019. REUTERS/David Klein

    Pemain Arsenal Gabriel Martinelli, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang West Ham United dalam pertandingan Liga Inggris di London Stadium, 10 Desember 2019. REUTERS/David Klein

    TEMPO.CO, Jakarta - Hukuman untuk Pierre-Emerick Aubameyang menjadi berkah bagi pemain muda Arsenal, Gabriel Martinelli. Dalam laga melawan AFC Bournemouth pada babak keempat Piala FA, di Stadion Vitality, dinihari nanti, pemain muda Brasil itu kemungkinan besar akan diturunkan oleh pelatih Mikel Arteta.

    Bintang terang memang tengah menyinari Martinelli. Dalam laga terakhir Arsenal, yakni saat bermain imbang 2-2 dengan Chelsea, dia ikut mencetak gol atau yang kesepuluh buat dia pada musim ini.

    “Dia bisa bersaing dengan salah satu bek terbaik di Liga Primer, Cesar Azpilicueta, dan dia bisa melewatinya saat mendapatkan peluang,” kata Arteta. “Semangat juangnya luar biasa. Dia bisa menjadi ancaman setiap saat.”

    Semangat berjuang menjadi kata-kata yang didengar Arteta dari orang-orang tentang Martinelli, sebelum dia datang ke Stadion Emirates. Arteta diingatkan untuk memperhatikan pemain yang dibeli dari klub Ituano, Brasil, itu.

    “Saya diberi tahu untuk melihat dia. Katanya, anak ini memiliki semangat juang yang hebat dan berbahaya saat berada di depan gawang lawan,” kata Arteta, menceritakan kembali peristiwa itu.

    Arteta tidak begitu saja percaya sebelum melihat langsung penampilannya. Saat latihan, promosi dari orang-orang terdekatnya itu ternyata tidak keliru. “Banyak cerita tentang dia. Setelah saya lihat ketika berlatih, saya pastikan tentang semua itu,” kata Arteta. “Untuk usianya yang masih 18 tahun, sungguh luar biasa.”

    Mempunyai mimpi menjadi yang terhebat telah mendorong Martinelli sejak kecil. Saat masih berada di Ituano, dia selalu berkata kepada setiap orang ihwal mimpinya. “Saya ingin bermain di Eropa,” katanya beberapa tahun silam.

    Tak hanya itu, Martinelli pun mempersiapkan kemampuan di luar lapangan. Salah satunya menyewa guru bahasa Inggris.

    Dia pun menjaga kebugarannya. Selain mengikuti asupan makan yang disediakan oleh ahli gizi, Martinelli menjalani sebuah gaya hidup yang berbeda dengan kebanyakan anak muda di sana. Bahkan es krim saja dia masukkan ke daftar makanan yang dilarang.

    “Dia tidur lebih awal. Tidak pernah hang out dengan teman-temannya. Dia juga tidak suka minum-minum,” kata agen Martinelli, Marcos Casseb, seperti yang dikatakan kepada Globo Esporte.

    Kini Martinelli telah sampai pada tahap awal perjalanan kariernya. Namun, seperti kata Arteta, memberi waktu bermain yang banyak bagi Martinelli bukanlah keputusan yang tepat untuk saat ini. “Tentu risikonya bukan hanya untuk dia, tapi juga untuk kami semua,” kata Arteta.

    METRO | GLOBO ESPORTE | BOURNEMOUTHECHO | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.