Buntut Kekalahan Barcelona di Mestalla, Setien Tuai Cibiran

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Quique Setien. (marca.com)

    Quique Setien. (marca.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cepat betul ironi nasib pelatih Barcelona, Quique Setien. Baru pekan lalu pria berusia 61 tahun itu dipuji fan dan sejumlah media lantaran dinilai sukses menghidupkan lagi sepak bola dominan dan menekan habis lawan atau yang selama ini kondang disebut tiki-taka ala Barcelona.

    Sabtu pekan lalu, Setien dicibir habis setelah Barca ditumbangkan Valencia dengan skor 0-2 dalam lanjutan La Liga musim ini, di Mestalla. Dua gol itu dibikin oleh penyerang Maximiliano Gomez.

    Di atas kertas, kekalahan ini sungguh memilukan kubu Blaugrana. Sebab, sepanjang laga, mereka menguasai pergerakan bola hingga 74 persen. Tapi Lionel Messi cs tak akurat dalam penyerangan.

    Buktinya, dalam 14 kali serangan, Barcelona hanya membikin lima peluang gol. Sedangkan kubu tuan rumah, meski bermodal 26 persen pergerakan bola, mampu menciptakan enam peluang gol dalam delapan kali percobaan.

    Lebih parah lagi, Valencia tampil dalam bentuk yang tak terlalu kukuh. Sejumlah pemain andalan Los Che--julukan Valencia--seperti Dani Parejo, Denis Cheryshev, Jasper Cillessen, dan Goncalo Guedes, cedera.

    Sebelum timnya tumbang di Mestalla, Setien menuai hasil manis dalam dua laga awal sejak ditunjuk sebagai pelatih. Pertama menang 0-1 atas Granada di Camp Nou dalam lanjutan La Liga. Kedua, timnya unggul 2-1 atas klub kasta ketiga Ibiza dalam kompetisi Copa Del Rey.

    Petinggi Barcelona menunjuk Setien sebagai pelatih anyar menggantikan Ernesto Valverde, dua pekan lalu. Valverde dipecat lantaran dianggap gagal memainkan sepak bola menyerang total ala Barcelona. Penampilan Lionel Messi dkk dianggap angin-anginan selama ditangani Valverde pada musim ini.

    Ketika dipilih menjadi Manajer Barcelona, Setien ibarat pelatih antah-berantah. Ia bukanlah pelatih kondang. Prestasinya cuma bikin Real Betis finis di urutan keenam La Liga musim 2017-2018. Tapi sejumlah fan tetap menyambut Setien dengan senyum.

    Sebab, Setien adalah penggemar berat pelopor total football di Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff. Total football merupakan roh dari tiki-taka Blaugrana yang ditenarkan kembali di era Manajer Josep Guardiola.

    Faktanya, pergerakan di lini tengah Barcelona kembali menonjol. Setien memakai skema 3-1-4-2. Walhasil, setidaknya ada enam pemain yang akan memainkan bola menekan ke bidang lapangan lawan.

    Namun total football Setien tak sekuat dugaan awal. Taktik pelatih berkebangsaan Spanyol itu terlalu kaku dan mudah ditebak lawan. Dia bukan tipe pelatih yang punya gagasan luas mengembangkan sebuah konsep strategi menekan total seperti Guardiola atau Luis Enrique.

    Belum lagi Setien tak punya gelandang serba-bisa nan kreatif semacam Xavi Hernandez atau Andres Iniesta. Saat ini lini tengah Barca dihuni Frenkie de Jong, Arturo Vidal, serta Jordi Alba. Sayangnya, penampilan mereka jauh dari standar Xavi dan Iniesta.

    Terlebih de Jong. Pemain berusia 22 tahun itu dianggap belum matang memahami konsep tiki-taka Barcelona. Meski begitu, Setien masih membela de Jong. Menurut dia, sangat wajar De Jong dan pemain lainnya mengalami kendala adaptasi setelah berganti pelatih.

    "Faktanya memang banyak pemain kami yang belum memahami betul taktik yang saya bawa. Ini pekerjaan kami untuk segera menyatu," kata mantan pelatih Las Palmas itu.

    Sorotan tajam pun tertuju kepada Messi. Wajar saja, pemain ini dianggap seperti dewa atau juru selamat klub. Tapi, saat melawan Valencia, kaki pemain berkebangsaan Argentina itu tak cukup tajam untuk menyelamatkan Barcelona.

    Faktanya, Messi memang jadi tulang punggung serangan Barcelona dalam laga itu. Dalam 14 kali serangan itu, 11 di antaranya lahir dari aksi Messi.

    Tercatat, lima kali tembakan Messi melenceng dari gawang, empat kali dihalau kiper Valencia, dan sisanya dua kali dihalau bek lawan. Bahkan penampilan Messi di Mestalla, Sabtu pekan lalu, menjadi yang terburuk pada musim ini.

    Sejumlah media Spanyol menyebut fan Barcelona masih menaruh rasa percaya kepada Setien dan Messi. Mereka yakin kekalahan di kandang Valencia ibarat apes atau sial belaka. Para suporter masih optimistis Setien bisa membenahi simfoni skuad Barcelona berbekal buku teori Johan Cruyff.

    Kini Setien harus membenahi skuadnya untuk laga selanjutnya melawan Leganes di Copa Del Rey, Jumat mendatang. Barcelona akan diuntungkan dalam laga babak 16 besar itu karena bermain di Camp Nou. Tapi hal itu ibarat pedang bermata dua bagi Setien.

    Ia tak boleh kalah versus Leganes. Sebab, selain bakal gugur di Copa Del Rey, kalah di Camp Nou oleh tim lemah tentu bakal berbuah sorotan tajam untuk Setien. Bisa jadi fan akan mendesak klub untuk memecatnya. "Kami tahu harus bagaimana. Perbaikan permainan tim yang akan kami kerjakan, bukan perbaikan perorangan," kata Setien.

    Lain Messi dan Setien, lain pula nasib Maximiliano Gomez. Pemain berkebangsaan Uruguay itu menuai pujian setinggi langit. Pemain berusia 23 tahun itu pun mendapat gelar pemain terbaik alias man of the match dalam laga tersebut.

    Faktanya, gawang Barcelona menjadi sasaran empuk bagi Gomez. Dari koleksi 39 gol Gomez dalam 88 laga bersama Valencia, lima di antaranya masuk ke gawang Barcelona. Jumlah tersebut menjadi yang paling banyak dibanding 18 klub lawan Valencia lainnya di La Liga.

    Namun Gomez memilih untuk merendah. Menurut dia, dua gol ke gawang Marc-Andre Ter Stegen hanyalah keberuntungan. Permainan tim jadi kunci kemenangan Valencia.

    "Kami bisa menutup semua ruang yang diincar Barcelona. Semoga kami bisa menjaga konsistensi permainan apik kami ini," kata Gomez.

    AS | MARCA | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.