Bursa Transfer Liga 1: Barito Putera Datangkan OK Jhon

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman alias Djanur. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman alias Djanur. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek naturalisasi asal Nigeria, OK Jhon, resmi bergabung dengan Barito Putera yang tengah bersiap menghadapi kompetisi liga 1 Indonesia musim 2020. Pemilik nama lengkap Onorionde Kughegbe Jhon itu menandatangani kontrak berdurasi satu tahun.

    OK Jhon didatangkan manajemen Laskar Antasari dari Kalteng Putra yang terdegradasi ke Liga 2. Pemain yang kini berusia 36 tahun juga telah malang melintang bermain di sejumlah klub di Tanah Air.

    Pengalamannya bermain di Indonesia, diharapkan manajemen bisa menjadi tambahan amunisi untuk semakin memperkuat lini belakang Barito Putera. Nantinya ia akan diplot sebagai rekan duet Cassio de Jesus.

    "Aku bergabung ke Barito ingin membawa klub ini lebih baik lagi, lebih solid, dan lebih berprestasi," ujar OK Jhon, Senin.

    Selain mengumumkan OK Jhon, manajemen Barito Putera juga memperkenalkan rekrutan barunya yakni Alexandar Rakic dan Yashir Armando Pinto Islame. Total sudah ada tiga pemain asing yang menghiasi tubuh Barito.

    Sementara satu slot pemain asing, Laskar Antasari berupaya untuk mendatangkan mantan pemain Bhayangkara FC, Bruno Matos, untuk menggantikan sosok Gustavo Mermantini yang gagal bergabung.

    Selain pemain asing, mereka juga telah mengikat sejumlah pemain lokal seperti Ilham Udin Armayn, Kurniawan Karman, Delvin Rumbino, dan Ambrizal Umanailo untuk pengisi pos lini tengah.

    Barito juga akan diperkuat sejumlah pilar muda untuk Liga 1 2020, bahkan beberapa di antaranya menjadi andalan timnas Indonesia muda yakni Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, David Maulana, Kahar Musakkar, dan Yuswanto Aditya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.