Mane Cedera, Pukulan buat Liverpool Jelang Tandang Lawan West Ham

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool, Sadio Mane. Retuers

    Penyerang Liverpool, Sadio Mane. Retuers

    TEMPO.CO, Jakarta - Liverpool kemungkinan kehilangan salah satu pemain andalannya, penyerang Sadio Mane, saat melawan tuan rumah West Ham United di Stadion London, Kamis dinihari mendatang, 30 Januari 2020, pada pekan ke-24 Liga Primer Inggris.

    Sadio Mane dikeluarkan dari skuad 18 pemain Liverpool yang bermain imbang 2-2 pada babak keempat Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) di kandang Shrewsbury Town, pada Senin lalu. Bintang sepak bola Senegal itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis setelah ia mengalami cedera hamstring ketika membela the Reds mengalahkan Wolves 2-1 pada Liga Primer, Jumat 24 Januari lalu, di Stadion Molneux.

    Pada Jumat lalu itu, Mane mengalami cedera pada menit ke-31 sehingga harus keluar lapangan dan digantikan Takumi Minamino

    Ditanya soal kebugaran Mane setelah pertandingan di kandang Wolves itu, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menjawab, “Saya pikir ia sedang menjalani pemeriksaan.”  

    Pemain berusia 27 tahun itu kemungkinan akan absen dalam lawatan Liverpool ke kandang West Ham pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dinihari mendatang dan saat Reds menjamu Southampton pada Sabtu,1 Februari 2020.

    Bila Sadio Mane benar-benar absen, hal ini bisa menjadilan kehilangan besar buat Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, yang sudah menegaskan fokusnya pada Liga Primer dan akan “mengorbankan” pertandingan ulangan babak keempat Piala FA di Anfield pada 5 Februari.

    Liverpool belum terkalahkan dari 23 pertandingan Liga Primer yang sudah mereka jalani musim ini dan memimpin klasemen dengan keunggulan 16 poin.

    THIS IS LONDON | SOCCERNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.