Rumah Ed Woodward Diserang Suporter Manchester United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Louis van Gaal berbincang dengan Ryan Giggs (kiri) dan Executive Vice Chairman Ed Woodward di Aon Training Complex di Manchester, Inggris, 16 Juli 2014.  John Peters/Man Utd via Getty Images

    Louis van Gaal berbincang dengan Ryan Giggs (kiri) dan Executive Vice Chairman Ed Woodward di Aon Training Complex di Manchester, Inggris, 16 Juli 2014. John Peters/Man Utd via Getty Images

    TEMPO.CO, JAKARTA – Foto-foto yang mengejutkan menunjukkan sekelompok penggemar Manchester United yang menyerang rumah wakil ketua eksekutif klub, Ed Woodward, pada Selasa malam, 28 Januari 2020.

    Terlihat sekitar 20 orang yang diyakini menjadi bagian dari kelompok hooligan yang dikenal sebagai “Men In Black” sedang berbaris di depan rumah Woodward di Cheshire, Inggris.

    Sebuah video beredar dengan judul “Ed Woodward akan Mati” dan terlihat juga seseorang yang melempar benda ke arah rumah petinggi MU ini  sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Cat berwarna merah disemprotkan ke atap, ketika mereka tidak mendapat jawaban dari interkom, sebelum akhirnya bom asap dan kembang api diluncurkan ke dalam pekarangan rumah Woodward.

    Ed Woodward, berusia 48 tahun, adalah pejabat yang berwenang mengurusi perputaran Manchester United dalam keseharian. Ia dikenal punya wewenang dalam menentukan kata akhir soal trasfer pemain sehingga banyak suporter MU yang merasa kalau dia memikul tanggung jawab terbesar atas keterpurukan United sejak 2013.

    “Kami tahu dunia sepakbola akan bersatu di belakang kami saat kami bekerja dengan Polisi Manchester untuk mengidentifikasi para pelaku serangan yang tidak beralasan ini. Siapa pun yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana atau terbukti melanggar hukum di kawasan properti ini, akan dilarang seumur hidup (menghadiri pertandingan) klub dan akan mendapat tuntutan,” tulis pihak Manchester United dalam berita persnya.

    Seorang sumber tabloid The Sun mengatakan Woodward telah menjadi bencana sebagai kepala eksekutif dan harus meninggalkan klub. "Banyak orang mengatakannya, tetapi dia sepertinya tidak mendengarkan, mungkin karena dia dibayar 4 juta pound sterling (sekitar Rp 70,94 miliar dalam setahun.”

    Ini bukan pertama kali penggemar yang marah mendatangi rumah pemain atau pengurus klub. Pada Oktober 2010, sekitar 30 penggemar muncul di rumah milik Wayne Rooney di Prestbury, Cheshire, setelah dia mengatakan ingin meninggalkan Manchester United.

    METRO.UK | GIVEMESPORT | THE SUN | NURUL FARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.