Soal Persiapan Turnamen Piala Gubernur Jawa Timur, Ini Kata Aji

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (instagram/@officialpersebaya)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (instagram/@officialpersebaya)

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, enggan berkomentar mengenai persiapan timnya dalam turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Dia memilih fokus persiapan uji coba melawan tim asal Malaysia, Sabah FA.

    "Saya fokus untuk pertandingan tanggal 8 Februari nanti karena pertandingan itu penting," kata Aji kepada wartawan setelah timnya beruji coba melawan Persebaya junior di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat sore, 31 Januari 2020.

    Aji menilai uji coba lawan kontestan dari Malaysia Super League tersebut penting karena itu kali pertama timnya menjajal kekuatan tim luar negeri. Apalagi, tahun ini timnya bakal mengikuti ajang ASEAN Club Championship 2020.

    Dia pun berharap sebelum laga uji coba itu digelar semua pemainnya sudah komplet. Hingga kini, dua pemain asingnya belum bergabung latihan. Mereka adalah striker David da Silva dan gelandang rekrutan anyarnya dari Arema FC, Makan Konate.

    Persebaya merupakan satu dari delapan peserta yang ikut dalam turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim 2020. Tim berjulukan Green Force tersebut berada di Grup A bersama tuan rumah Madura United, Persik Kediri, serta Bhayangkara FC.

    Adapun Grup B dihuni Arema FC (tuan rumah), Persela Lamongan, Persija Jakarta, dan Sabah FA. Turnamen pramusim ini berlangsung pada 10-20 Februari 2020 dengan menggunakan sistem setengah kompetisi di fase grup.

    Sedangkan fase semifinal dan final berubah menjadi single match. Penentuan tuan rumah babak semifinal dan final akan dibahas pada manager meeting selanjutnya. Semua laga Piala Gubernur Jawa Timur akan disiarkan secara langsung oleh MNCTV.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.