Marc Klok: Persija Jakarta Adalah Dream Team

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marc Klok. Persija.id

    Marc Klok. Persija.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang baru Persija Jakarta, Marc Klok, menilai tim barunya itu layak menyandang status "dream team".

    "Di atas kertas ini adalah dream team. Tapi para pemain tetap harus bekerja keras. Menurut saya terdapat pemain-pemain berkualitas bagus di sini," kata Klok saat secara resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persija di kantor Persija, Kuningan, Jakarta, Sabtu.

    Klok mengaku meninggalkan PSM Makassar dengan baik-baik, dan meski ia senang bermain di PSM, Klok merasa ambisi tinggi Persija sangat cocok dengan dirinya.

    "Saya juga mau ambil juara. Saya tidak sabar untuk mulai di sini, dan kasih piala kepada Persija dan Jakmania," tutur pemain Belanda tersebut.

    Dengan kedatangan Klok, Persija telah merekrut enam pemain baru, yakni Klok, Marco Motta, Evan Dimas Darmono, Alfath Faathier, Rafli Mursalim, dan Otavio Dutra.

    Menyinggung kedatangan Klok yang berperan sebagai gelandang bertahan, banyak pihak menilai Persija telah memiliki stok gelandang bertahan yang cukup, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan pemain di posisi itu. Meski demikian, manajer tim Bambang Pamungkas mengatakan pembelian Klok sudah sesuai kebutuhan skuad.

    "Segala sesuatu yang terkait dengan tim selalu didiskusikan secara matang. Mark Klok adalah hasil diskusi tadi. Klok dapat jadi pilihan di lini tengah. Semoga dapat menjadi kabar baik untuk Persija dalam mengejar target," kata Bambang.

    Dengan kepindahannya dari PSM, Klok dipastikan tidak berkiprah di Piala AFC tahun ini. Ia menyatakan tidak menyesali keputusan itu dan justru berhasrat membawa Persija tampil di kompetisi Asia tersebut.

    "Musim lalu saya sampai perempat final dengan PSM (di Piala AFC). Saya cetak gol terbaik. Tapi itu sudah masa lalu dan kini fokusnya adalah berprestasi bersama Persija," kata pemain kelahiran Amsterdam itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.