Persiraja Lakukan Tes VO2 Max, Nazarul Fahmi Setara Evan Dimas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih fisik Persiraja, Irwansyah, saat memantau latihan tim Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Jumat, 31 Januari 2020 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    Pelatih fisik Persiraja, Irwansyah, saat memantau latihan tim Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Jumat, 31 Januari 2020 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Demi melihat kondisi fisik pemain, tim pelatih Persiraja Banda Aceh melakukan VO2Max Test pada latihan hari ketiga di Stadion H. Dimurthala Banda Aceh pada Sabtu pagi, 1 Februari 2020. Dari 18 pemain yang telah bergabung dan menjalani tes, Nazarul Fahmi menjadi pemain dengan skor tertinggi.

    Bahkan pencapaian mantan pemain Barito Putra setara dengan pilar Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono.

    “Saat tes fisik VO2Max tadi pagi, Nazarul Fahmi menjadi yang terbaik. Dia mampu mencapai 40 lap, setara dengan Evan Dimas, itu luar biasa. Kalau 40 lap itu, VO2Max-nya bisa sampai angka 67,” ujar pelatih fisik Persiraja, Irwansyah, kepada awak media dalam sesi latihan petang tadi di Stadion H. Dimurhala, Banda Aceh.

    VO2Max adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Tinggi rendahnya VO2Max akan berhubungan langsung dengan kemampuan seseorang dalam beraktivitas. Semakin tinggi kadar VO2Max, maka tingkat aktivitasnya akan semakin tinggi.

    Irwansyah mengatakan jika VO2Max Test yang dijalani para pemain menggunakan metode yo-yo Intermittent Recovery Test.  Melalui metode tersebut, diperoleh hasil jika Nazarul sudah diatas rata-rata pesepakbola di Indonesia. Rata-rata, pemain di Indonesia hanya mencapai 25-30 putaran.

    Jika terus konsisten, maka sangat menguntungkan bagi Nazarul dalam memobilisasi permainan Persiraja dalam kompetisi mendatang.

    “Pemain profesional di Indonesia rata-rata VO2Max-nya 25 sampai 30 lap. Wajar kalau dia main di lini tengah, karena dia dituntut harus memiliki mobilitas tinggi,” sambung Irwansyah.

    Meski salah satu pemainnya telah mencapai level VO2Max yang tinggi, namun Irwansyah juga mengakui masih terdapat beberapa pemain yang tingkat kebugarannya masih rendah. Faktor jeda kompetisi dan latihan yang baru dimulai kembali, ditenggarai menjadi salah satu penyebabnya.

    Ihwal itu, Irwansyah menyebut tim pelatih akan memfokuskan untuk memperbaiki kondisi fisik pemain. Termasuk melakukan tes yang sama kepada beberapa pemain yang belum bergabung dalam latihan tim.

    “Dalam waktu tersisa ini, kita akan mencoba meningkatkan fisik pemain yang kurang. Pemain yang belum (VO2Max Test) juga harus ikut,” pungkas Irwansyah.

    IIL ASKAR MONDZA

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.