Presiden Persija: Masih Akan Ada Pemain Baru yang Datang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden klub Persija Jakarta Muhammad Prapanca memastikan pihaknya belum akan berhenti belanja pemain untuk mengarungi Liga 1 musim 2020.

    “Masih ada pemain baru yang akan datang. Tunggu saja kabarnya,” ujar Prapanca di Kantor Persija, Jakarta, Senin. Namun, ia enggan memberikan sedikit pun petunjuk soal pemain baru tersebut.

    Namun, bisa dipastikan bahwa nama anyar itu adalah pemain Indonesia karena slot pemain asing Persija sudah penuh untuk Liga 1 Indonesia 2020.

    Salah satu pemain yang dikabarkan merapat ke tim Ibu Kota yakni eks penyerang sayap timnas U-23 Indonesia Osvaldo Haay. Osvaldo sendiri saat ini masih berstatus tanpa klub setelah dilepas Persebaya pada akhir Januari 2020.

    Muhammad Prapanca berharap pemain baru tersebut dapat bergabung dengan skuat Persija sebelum bergulirnya Piala Gubernur Jawa Timur pada 10-20 Februari 2020.

    Turnamen itu merupakan kompetisi pramusim yang diikuti delapan tim yakni Madura United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC di Grup A, yang bermain di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, serta Arema FC, Persela Lamongan, Persija Jakarta dan Sabah FA di Grup B yang berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang.

    “Mudah-mudahan semua pemain bisa dibawa untuk turnamen itu, termasuk pemain baru,” kata Prapanca.

    Sampai berita ini diturunkan, Senin (3 Februari), Persija sudah merekrut empat pemain lokal yakni Otavio Dutra, Alfath Faathier, Rafli Mursalim, dan Evan Dimas.

    Sementara untuk pemain asing sudah ada empat nama yaitu Marko Simic (asal Kroasia), Rohit Chand (Nepal), Marc Klok (Belanda) dan, yang terkini, Marco Motta (Italia).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.