Manajemen Persib Ungkap Alasan Melepas Achmad Jufrianto

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Achmad Jufriyanto meminta maaf usai bikin gol bunuh diri. Instagram/@achmad16jufriyanto

    Achmad Jufriyanto meminta maaf usai bikin gol bunuh diri. Instagram/@achmad16jufriyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S. Taryono mengatakan hengkangnya Achmad Jufrianto bukan karena dipecat oleh manajemen, tapi karena keinginan Sang Pemain yang bersangkutan.

    "Dia sudah menyampaikan kepada manajemen dan pelatih, Jupe (Jufrianto) sendiri ingin mundur dan seperti halnya Ezechiel. Sebetulnya Jupe yang termasuk masuk skema dari pelatih, dan kita juga tim pelatih dan manajemen pingin terus, tapi kondisi yang meminta Jupe ya kita menyetujui," kata Kuswara, Senin, 3 Februari 2020.

    Jufrianto pun tercatat masih memiliki kontrak bersama Persib hingga Februari 2021. Sebetulnya, ia masih masuk dalam skema pemain yang diusung pelatih kepala Persib Robert Rene Alberts untuk Liga 1 musim 2020. Namun, Jufrianto memilih untuk hengkang. "Teknisnya ya dibahas internal antara Jupe dan manajemen, pokoknya intinya dia mundur," ujarnya.

    Lini belakang Persib banyak dihuni pemain berkualitas. Setelah Jufrianto hengkang masih tersisa tiga lagi bek tengah. Mereka adalah Fabiano Beltrame, Nick Kuipers dan Victor Igbonefo.

    Jufrianto tercatat sudah tiga kali meninggalkan Persib. Pertama pada 2015, kala itu PSSI dibekukan oleh FIFA sehingga tim Persib dibubarkan dan Jufrianto memilih hengkang ke Sriwijaya bersama Supardi Natshir, Firman Utina.

    Setelahnya, pada 2018, saat skuad Maung Bandung di era Roberto Carlos Mario Gomez, Jufrianto kembali harus pamit dan hengkang ke salah satu klub Malaysia, Kuala Lumpur FA. Kala itu Gomez mendatangkan Victor Igbonefo dan Bojan Malisic di sektor bek tengah Persib, sehingga peluang Jufrianto untuk dimainkan sangat tipis.

    AMINUDDIN A.S.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.