4 Mantan Pemain Ini Kritik Performa Anthony Martial di Man United

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United Anthony Martial, melakukan selebrasi setelah menceta gol ke gawang Wolverhampton dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton, 20 Agustus 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Penyerang Manchester United Anthony Martial, melakukan selebrasi setelah menceta gol ke gawang Wolverhampton dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton, 20 Agustus 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Anthony Martial menuai banyak kritikan karena tampilannya saat Manchester United bermain imbang 0-0 dengan Wolverhampton di Liga Inggris akhir pekan lalu. Alan Shearer, Roy Keane, dan Danny Murphy termasuk yang mengkritiknya.

    Alan Shearer, pencetak gol terbanyak di Liga Inggris, mengecam sikap Martial dalam laga yang berakhir 0-0 itu. Ia menilai Martial seperti tidak tertarik dan tak menunjukkan antusiasme setiap kali ia melangkahkan kaki ke lapangan. Legenda Newcastle itu menyebut bahasa tubuh Martial menunjukkan bahwa ia tidak ingin menjadi ujung tombak MU.

    Martial dipilih oleh Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi ujung tombak tim pada Sabtu itu karena Marcus Rashford cedera dan Odion Ighalo, yang baru direkrut, belum siap bermain. Ia lebih dipilih ketimbang Mason Greenwood, bintang muda yang menjanjikan yang kerap dinilai belum siap untuk Liga Premier.

    Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, ikut mengkritik tampilan Martial di laga itu. Ia  mengatakan Setan Merah seharusnya menjual dirinya, bukannya Romelu Lukaku. Menurutnya, Romelu Lukaku adalah pemain nomor 9 sejati. "Peran nomor 9 bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi seseorang yang harus bisa membawa rekan setimnya ke dalam permainan," kata dia.

    Dia menambahkan, “Inilah sebabnya saya terkejut mereka memberi Martial kontrak lima tahun. Kalau Saya akan berpikir untuk memilih menjaga Lukaku dan mungkin menjual Martial.”

    Murphy juga menyebut masalah terbesar bagi Manchester United adalah mereka memiliki terlalu banyak pemain yang semuanya lebih suka posisi yang sama.

    Sementara itu, mantan pemain Tottenham Jamie O'Hara juga bersuara sumbang soal kinerja Martial. “Dia hanya membuatku frustrasi, karena aku melihatnya dan berpikir dia bisa lebih baik dengan kemampuan yang dia miliki.”

    O'Hara melanjutkan, “Bagiku, jika kamu bermain sebagai pemain nomor sembilan untuk Manchester United, kamu harus memiliki segalanya. Sebagai pemain tengah, kamu mungkin akan bermimpi bermain melawan Martial,” tambahnya.

    Mereka yang membela Martial mengatakan bahwa tidak adil untuk membandingkan pemain Prancis itu dengan pemain hebat Old Trafford sebelumnya karena dia baru berusia 24. Apalagi dia juga harus bermain di posisi yang jelas tidak cocok untuknya.

    O'Hara tidak setuju dengan pendapat itu. "Tidak, ini tidak adil karena mereka bisa membawanya dengan harga 36 juta pound streling dan naik menjadi 58 juta pound streling," kata dia. 

    Penampilan Martial juga mendapat kritik dari mantan kapten Manchester United, Roy Keane. “Martial telah datang ke Man Utd dan menjadi striker hebat dalam mencetak gol di momen-momen besar, tetapi kegagalannya (mencetak gol) di babak kedua merangkum kariernya di Man Utd.”

    METRO.UK | TEAMTALK | TALKSPORT | NURUL FARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.