Penuhi Kuota Pemain, Persiraja Banda Aceh Incar Pemain Lokal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan gelandang Arema Indonesia, Pavel Smolyachenko, usai menjalani latihan bersama tim Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Jumat, 31 Januari 2020 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    Mantan gelandang Arema Indonesia, Pavel Smolyachenko, usai menjalani latihan bersama tim Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Jumat, 31 Januari 2020 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh terus menyiapkan tim guna menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2020. Selain mengisi kekosongan satu slot pemain asing asal Asia, pasukan Laskar Rencong masih akan mencari beberapa pemain lokal untuk mengisi posisi pemain yang dianggap masih kekurangan.

    Pemain baru yang direkrut terdiri dari pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang, pemain belakang, dan penyerang. “Masih banyak (pemain yang direkrut).  Kiper kita masih butuh dua pemain lagi, terus striker masih mencyari, stopper juga, tapi kuota lokal,” ujar Presiden Klub, Nazaruddin di Banda Aceh pada Selasa, 4 Februari 2020.

    Nazaruddin mengatakan jika saat ini Persiraja sudah mencapai kesepakatan dengan 23 pemain, di antaranya trio pemain asing, Vanderlei Francisco dari Brasil, Bruno Dybal (Brasil), dan Adam Mitter (Inggris). Satu slot pemain asing tersisa akan diperebutkan oleh Pavel Smolyachenko (Uzbekistan) dan Reo Nakamura (Jepang).

    Kedua pemain asing tersebut saat ini telah bergabung bersama tim dengan status tes. Bersama dua pemain lokal, Kesuma Wira Satria, mantan pemain PSMS Medan, dan Egwuatu Godstime Ouseloka (naturalisasi dan mantan Persipura Jayapura) yang juga masih akan dipantau kemampuannya. Status para pemain yang masih percobaan ini akan diputuskan setelah pelatih kepala, Hendri Susilo, bergabung dalam tim usai menjalani ibadah umroh.

    Utuk pemain lokal, 20 pemain yang telah sepakat. Mereka terdiri dari 14 pemain lama dan sisanya pemain baru. Di antara muka-muka baru terdapat nama Miftahul Hamdi, mantan pemain Bali United, Nazarul Fahmi (eks Barito Putra), Asep Budi Santosa (eks Persita Tanggerang), dan Kasim Slamet (eks PS Tira Persikabo).

    Nazaruddin menyebut sebenarnya sudah ada pemain lokal lain yang sebelumnya telah sepakat dengan Persiraja. Mereka adalah Wahyudi yang berposisi sebagai penjaga gawang dan pemain muda yang diorbitkan dari tim Liga 3 musim lalu, Maulana Khalidi. Namun keduanya batal bergabung dengan alasan berbeda.

    “Wahyudi sebenarnya sudah deal. Tapi, dia minta jaminan untuk main, itu bukan tugas saya tapi tugas pelatih. Mungkin ada tim lain yang bisa kasih jaminan itu, ya sudah saya lepaskan. Sedangkan Maulana Khalidi, dia juga sudah kita terima. Tapi, dia maunya di Liga 3 juga bisa main Bersama Persidi Idi,. Nh itu tidak bisa sesuai regulasi,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi 3 DPR RI tersebut.

    Di sisi lain, Nazaruddin juga memastikan jika pelatih kepala musim lalu, Hendri Susilo, masih dipertahankan. “Sampai saat ini coach Hendri masih dalam tim sebagai pelatih kepala. Tapi kalau nanti aturan (lisensi pelatih ) harus A Pro, kita mungkin akan cari pelatih kepala lain. Tapi beliau masih tetap di dalam tim,” kata Nazaruddin.

    Daftar Pemain Sementara Persiraja Banda Aceh 2020 per 4 Februari:

    Penjaga Gawang:Fakhrurrazi

    Bek: Agus Suhendra, Tri Rahmat Pribadi, Eriyanto, Muhammad Aliya Alfuad, Luis Irsandi, Asep Budi Santoso, Kasim Slamet, Adam Thomas Mitter (Inggris)

    Gelandang: Fery Komul, Zamrony, Husnudzon, Defri Rizki, Mudasir, Mukhlis Nakata, Ahsanur Rijal, Miftahul Hamdi, Rendi Saputra, Nazarul Fahmi, Bruno Dybal (Brasil)

    Penyerang: Andri Abubakar, Rhezam Baskoro, Vanderlei Francisco (Brasil)

    Pemain uji coba: Pavel Smolyachenko (Uzbekistan), Reo Nakamura, Kesuma Wira Satria, Egwuatu Godstime Ouseloka  

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.