Christian Eriksen: Saya di Inter Milan untuk Membuat Perbedaan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inter Milan terus memperkuat skuadnya yang mendatangkan gelandang Denmark Christian Eriksen dengan harga 20 juta euro (Rp 303 miliar) pada transfer musim dingin. Instagram.com

    Inter Milan terus memperkuat skuadnya yang mendatangkan gelandang Denmark Christian Eriksen dengan harga 20 juta euro (Rp 303 miliar) pada transfer musim dingin. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Christian Eriksen yakin ia akan membuat perbedaan di Inter Milan dan membantu klub barunya ini untuk terus menang dan mengejar Juventus di puncak klasemen Seri A Liga Italia.

    Sejak didatangkan ke Inter Milan dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020. Pemain lini tengah asal Denmark ini sudah bermain dalam dua pertandingan Inter, yakni melawan Fiorentina dan Udinese serta memenanginya. Eiksen yakin skuadnya akan terus menang untuk memenangi kejuaraan liga sepak bola tertinggi di Italia.

    “Juventus sudah dari dulu menang terus. Kami mau mengubahnya. Itu alasannya saya di sini. Konsistensi kemenangan adalah sebuah faktor dan Juventus memiliki itu,” ujar Eriksen kepada Gazzetta dello Sport, seperti dikutip dari Football Italia.

    Eriksen juga sangat bahagia sebagai pemain Nerazzuri. Ia membanggakan  segala hal di Inter Milan dan sesi latihan manajer Antonio Conte yang menantang.

    “Semuanya itu sangat terorganisir. Sesi-sesi latihan dia (Conte) juga jauh lebih susah, tapi saya siap. Saya ingin bermain di mana saya bisa mengendalikan bolanya. Tidak penting di mana, tapi saya harus main di lini tengah untuk memberi umpan dan membuka kesempatan bagi para penyerang,” Eriksen menambahkan.

    Eriksen telah mencetak 51 gol dan 62 umpan akurat di 226 pertandingan selama ia bermain di Tottenham. Sebagai playmaker andalan Spurs, ia diharapkan akan membawa prestasi yang sama ke Italia.

    “Tidak ada yang berubah di Inter. Saya mau jadi pemain yang membawa perubahan, yang mencetak gol ,dan membuka kesempatan menyerang. Saya butuh waktu, itu jelas. Tapi di dunia sepak bola, kamu tidak boleh tunggu terlalu lama supaya untuk yakin dengan diri sendiri. Saya mencintai apapun yang berhubungan dengan sepak bola, kecuali kekalahan,” Eriksen menjelaskan.

    Eriksen akan mengahadapi ujian yang berat ketika Inter Milan menjamu musuh lamanya, AC Milan, dalam Derby della Madonnina di ajang Seri A berikutnya pada Senin mendatang, 10 Februari 2020.

    FOOTBALL ITALIA | BILLY ADISON ADITIJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.