Real Betis vs Barcelona, Ujian Berikutnya Bagi Lionel Messi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Barcelona, Lionel Messi di sela laga melawan Athletic Bilbao dalam ajang Copa del Rey di San Mames, Spanyol, 6 Februari 2020. Ini pertama kalinya Barcelona gagal lolos ke semifinal dalam 10 kesempatan terakhir. Mereka terakhir kali tersingkir di babak ini pada 2010, oleh Sevilla. REUTERS/Vincent West

    Ekspresi pemain Barcelona, Lionel Messi di sela laga melawan Athletic Bilbao dalam ajang Copa del Rey di San Mames, Spanyol, 6 Februari 2020. Ini pertama kalinya Barcelona gagal lolos ke semifinal dalam 10 kesempatan terakhir. Mereka terakhir kali tersingkir di babak ini pada 2010, oleh Sevilla. REUTERS/Vincent West

    TEMPO.CO, Jakarta - Lionel Messi, 32 tahun, adalah sumber keriuhan. Setelah ramai oleh keributannya dengan Direktur Teknik Barcelona Eric Abidal, media riuh lagi.

    Gara-garanya, pada Jumat dinihari, di San Mames, Barcelona takluk oleh Athletic Bilbao dengan 0-1. Gol Inaki Williams di masa injury time itu membuat La Blaugrana tersingkir dari Copa del Rey.

    Rumor pun kian kencang. Paling ganas adalah Messi dikatakan tak lagi betah di Camp Nou dan akan segera pergi pada musim depan.

    Padahal semuanya sudah beres. Presiden Barcelona Joan Laporta mengabarkan persoalan di luar lapangan sudah kelar. Abidal tetap di posisinya, meski kabarnya kewenangannya akan lebih diawasi dengan ketat.

    Di lapangan, melawan Athletic Bilbao, Barcelona pun bermain tak jelek. Statistik memperlihatkan upaya Messi cs itu.

    Mereka menguasai permainan hingga 69 persen. Soal serangan Los Cules, juga yahud. Ia melesakkan bola ke gawang sebanyak 11 kali, setengahnya tepat sasaran.

    Menurut manajer Barcelona, Quique Setien, dalam laga itu mereka lagi apes. Dia kehilangan kata-kata untuk penjelasan yang masuk akal.

    “Semua berjalan dengan baik, kecuali hasilnya. Saya senang dengan kinerja tim," katanya.

    Hal serupa pun disampaikan pemain jangkar Sergio Busquet. Kata dia, mereka bermain dengan bagus. “Saya kira kami layak lolos,” katanya.

    Kekalahan ini menjadi kegagalan yang kedua. Pada akhir tahun lalu, mereka gagal dalam Piala Super Spanyol setelah takluk oleh Atletico Madrid, di Jeddah, Arab Saudi.

    Namun, menurut dia, hasil buruk ini bukanlah akhir segalanya. Busquet menunjuk masih ada dua piala yang bisa mereka buru, yakni Liga Champions dan La Liga.

    “Kami akan terus berjuang dan harus melakukan hal yang terbaik,” katanya.

    Di La Liga, Senin dinihari nanti, mereka akan menjalani laga tandang. Kali ini mereka akan dijamu oleh Real Betis--bekas klub sang manajer, Setien--di Stadion Benito Villamarín.

    Laga ini tentu saja penting untuk tetap menjaga peluang di La Liga. Saat ini mereka tertinggal tiga poin dari Real Madrid, sang pemuncak klasemen, dengan 49 poin.

    Meraih tiga poin adalah wajib untuk terus menempel Los Blancos, yang akan berlaga melawan Osasuna, besok. Selain itu, kemenangan, apalagi sampai mencetak gol, akan sangat penting buat Lionel Messi untuk menumpas rumor.

    GOAL | MARCA | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.