4 Catatan Penting Tentang Kekalahan AC Milan dari Inter Milan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic, setelah Inter Milan mencetak gol dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 10 Februari 2020. REUTERS/Daniele Mascolo

    Ekspresi penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic, setelah Inter Milan mencetak gol dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 10 Februari 2020. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, JakartaAC Milan takluk 2-4 dari Inter Milan dalam laga derby Serie A Liga Italai pekan ke-23, Senin dinihari WIB, 10 Februari 2020.

    Berikut sejumlah fakta terkait hasil ini:

    1. Mendung Belum Berlalu

    Bagi AC Milan, hasil ini mendandai performa mereka yang medioker di Liga Italia musim ini. Mereka gagal menang dalam dua laga terakhirnya, menderita kekalahan kesembilan, dan kini hanya berada di posisi ke-10 klasemen. Mereka mengemas 32 poin dari 23 laga, terpaut dua poin dari Verona di zona Liga Europa dan 10 poin dari Atalanta di zona Liga Champions. Perjuangan untuk merebut tiket Eropa musim depan masih penuh tantangan.

    2. Ibrahimovic Berperan Besar

    Zlatan Ibrahimovic mencetak satu gol dan memberi satu assist di laga ini. Sejak bergabung Januari lalu, penyerang berusia 38 tahun ini sudah mencetak tiga gol dan satu assist. Tapi, peran dia lebih dari itu. Menurut Football Italia, pemain asal Swedia ini juga mampu membantu rekan setimnya yang semula dilumpuhkan oleh kekurangefektifan. Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, dan Samu Castillejo disebut-sebut ikut terangkat oleh sentuhan magisnya.

    3. Potensi Besar, Konsistensi Kurang

    Milan unggul dua gol dalam laga ini. Mereka menujukkan potensinya di awal laga, tapi kemudian kedodoran dan kebobolan empat gol. Zlatan Ibrahimovic menyebut timnya “berhenti bermain, kehilangan percaya diri, juga berhenti menekan" setelah unggul 2-0. "Susah dijelaspan apa yang terjadi," kata dia.

    4. Catatan Stefano Pioli

    Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, marah dengan para pemainnya. Setelah bermain baik di awal laga, timnya melakukan dua kesalahan dan kebobolan dua gol dalam rentang empat menit. Hal itu mengubah arah permainan, juga mentalitas pemain. "Saya marah dengan para pemain karena kami memiliki kewajiban bertahan dalam situasi itu, kami lengah, dan dihukum lawan."

    Pioli menyimpulkan ada potensi di timnya. "Para pemain ini mampu meraih hal besar, bila bisa menghindari kesalahan."

    FOOTBALL ITALIA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H