Kesehatan Terus Memburuk, Pele Depresi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda sepakbola Brasil Pele, menunjukan bukunya saat promosi bukunya berjudul

    Legenda sepakbola Brasil Pele, menunjukan bukunya saat promosi bukunya berjudul "Why Soccer Matters" di Barnes & Noble, New York (1/4). Luiz Ribeiro/Invision/AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan bintang sepak bola Brasil Pele mengalami depresi karena kesehatannya yang terus memburuk. Ia enggan meninggalkan rumah karena tidak bisa berjalan tanpa bantuan, kata putranya Edinho dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Brasil, Senin.

    Pele, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang sejarah dan akan berusia 80 tahun pada Oktober, telah mengalami masalah pinggul selama bertahun-tahun dan sekarang membutuhkan tongkat untuk berjalan. Banyak penampilan publiknya baru-baru ini di kursi roda.

    "Dia sangat rapuh. Dia menjalani penggantian tulang pinggul dan tidak mendapatkan rehabilitasi yang memadai atau ideal," kata Edinho kepada TV Globo, seperti dilansir Reuters.

    Edinho melanjutkan, "Jadi dia memiliki masalah dengan mobilitas dan ini telah menyebabkan semacam depresi. Bayangkan, dia adalah raja, dia selalu menjadi sosok yang mengesankan dan hari ini dia tidak bisa berjalan dengan baik."

    "Dia malu, dia tidak ingin keluar, terlihat, atau melakukan apa pun yang harus meninggalkan rumah," tambah putranya. "Dia sangat malu, tertutup."

    Edinho mengatakan dia telah berdebat dengan ayahnya karena dia tidak melakukan fisioterapi yang dipanggil setelah operasi pinggul.

    Pele, satu-satunya pemain yang memenangkan tiga Piala Dunia, menghabiskan sebagian besar kariernya dengan tim Brasil Santos sebelum pindah ke New York Cosmos pada 1970-an.

    Musim panas ini akan menandai peringatan 50 tahun penampilan striker itu di Piala Dunia ketiganya di Meksiko pada tahun 1970, dimana banyak orang menilai bahwa Timnas Brasil ketika itu meraih Piala Dunia adalah tim terhebat sepanjang masa.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.