Harga Hak Siar Liga 1 2020 Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bali United, Stefano Cugurra dan asisten pelatih, Eko Purdjianto mengangkat piala juara Liga 1 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 22 Desember 2019. Namun Bali United kalah 0-2 dari Madura United dalam pertandingan penutup Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pelatih Bali United, Stefano Cugurra dan asisten pelatih, Eko Purdjianto mengangkat piala juara Liga 1 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 22 Desember 2019. Namun Bali United kalah 0-2 dari Madura United dalam pertandingan penutup Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri mengatakan harga siar Liga 1 2020 lebih tinggi dari musim sebelumnya.

    “Ada peningkatan untuk nilainya. Kalau tidak ada, saya pasti tidak mau duduk di sini,” ujar Cucu dalam acara pengumuman pemegang hak siar Liga 1 Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Meski demikian, pria yang juga menjabat wakil ketua umum PSSI itu enggan memberitahukan nilai kenaikannya. Yang jelas, harganya tidak lebih mahal dari Liga Inggris. “Itu tidak boleh dipublikasikan,” tutur Cucu.

    Hak siar Liga 1 Indonesia 2020 dipegang oleh Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group dan semua laga akan dipublikasikan melalui siaran televisinya Indosiar, O’Channel, serta perangkat siaran daring Vidio.

    Direktur Programming Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad menuturkan Indosiar akan menayangkan langsung 188 pertandingan Liga 1 Indonesia 2020. Sedangkan 50 lainnya dapat disaksikan di O’Channel. Seluruh laga, yakni 306 pertandingan, dapat pula disaksikan melalui aplikasi Vidio.

    Menanggapi nilai hak siar Liga 1 tersebut, Hersiwi juga tidak mengungkapkan hal detail. Hanya saja, dia menyebut harganya tidak murah. “Liga 1 ini program Indosiar paling mahal,” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.