Ditekuk Bhayangkara, Pelatih Persebaya: Masak Harus Menang Terus

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (instagram/@officialpersebaya)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (instagram/@officialpersebaya)

    TEMPO.CO, Bangkalan - Persebaya Surabaya gagal menaklukkan Bhayangkara FC pada laga lanjutan Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu petang, 12 Februari 2020.

    Bajul ijo, julukan Persebaya, yang mendominasi permainan bahkan mendapat hadiah penalti yang gagaL dieksekusi Makan Konate. Mereka pun  kalah 0-1 lewat gol tunggal striker Bhayangkara FC Dendy Sulistyawan pada menit ke-dari sebuah serangan balik cepat.

    Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan Persebaya tak pernah kalah sejak ditangani pelatih Aji Santoso. Sang pelatih menanggapi santai kekalahan tersebut.

    ""Kalah sebelum kompetisi ini wajar. Masak kami harus menang terus. Ini masih pramusim dan bukan kompetisi. Kami akan mencoba pelan-pelan membenahi kekurangan," kata dia seusai pertandingan.

    Aji sama sekali tidak kecewa atas kekalahan itu. Dia menilai secara keseluruhan Makan Konate dan kawan-kawan telah bermain sesuai arahan. Sayang dari sekian banyak peluang tercipta tak satu pun menjadi gol.

    Bagi Aji, kekalahan ini faktor beruntung dan tidak beruntung.
    "Menurut saya, secara keseluruhan tidak ada masalah cara bermain. Pemain sudah bagus, tapi dewi fortuna tidak memihak kami," ujar dia.

    Meski begitu, Aji Santoso mengakui gagalnya Konate mengeksekusi penalti berdampak pada mental keseluruhan pemain. Kondisi itulah yang dimanfaatkan Bhayangkara FC membuat serangan balik dengan cepat lewat Dendy Sulystiawan. Gol the Guardian, julukan Bhayangkara FC, tercipta tiga menit setelah Konate gagal mengeksekusi penalti.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.