Liga 1: Pilih Datangkan Pemain Asing Asia Kedua, Borneo FC Panik?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Borneo FC, Nuriddin Davronov. (instagram/@borneofc.id)

    Pemain Borneo FC, Nuriddin Davronov. (instagram/@borneofc.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Borneo FC membantah bahwa perekrutan gelandang bertahan asal Tajikistan, Nuriddin Davronov, sebagai langkah panik jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 pada akhir Februari ini.

    "Saya pikir bukan (langkah panik). Sebab di setiap pengambilan keputusan ada diskusi dulu dengan tim pelatih dan manajemen. Lalu kami putuskan untuk mengambil dia," ujar asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin seperti dilansir pada laman resmi klub, Jumat.

    Kedatangan Nuriddin ke Borneo menjadi perbincangan banyak pihak. Pasalnya tim berjuluk Pesut Etam telah memiliki satu pemain Asia, yakni Javlon Guseynov asal Uzbekistan.

    Biasanya, kontestan Liga 1 lainnya lebih memilih memaksimalkan ketentuan tiga non-Asia dan satu Asia. Sementara Borneo justru mengambil langkah yang lain dengan memilih memakai dua pemain asing.

    Menurut Ahmad, keputusan merekrut Nuriddin dipastikan langkah tepat yang bermuara pada kebutuhan dan strategi tim pelatih jelang bergulirnya Liga 1 Indonesia.

    "Secara prinsip, perekrutan Nuriddin sesuai dengan kebutuhan dan merupakan hasil kesepakatan. Yang terpenting adalah perekrutannya sesuai dengan kebutuhan tim," kata dia.

    Sosok Nuriddin Davronov bukanlah nama baru dalam kancah persepakbolaan Indonesia. Pada musim 2018, pria berusia 29 tahun itu merumput bersama Madura United.

    Kini, kehadirannya telah melengkapi slot pemain asing Pesut Etam setelah sebelumnya resmi mengikat Fransisco Torres, Diogo Campos, dan Javlon Guseynov.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.