Dortmund vs PSG di Liga Champions, Adu Hebat Haaland dan Mbappe

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Borussia Dortmund Erling Braut Haaland. Reuters

    Pemain Borussia Dortmund Erling Braut Haaland. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Di mixed zone Stade de la Licorne, kandang Amiens, Sabtu lalu, kapten Paris Saint-Germain (PSG), Thiago Silva, 35 tahun, dicegat wartawan. Dia pun dikepung pertanyaan.

    Bukan tentang hasil laga yang baru berakhir melawan klub tuan rumah, yang berkesudahan 4-4, melainkan soal laga melawan Borussia Dortmund, dinihari nanti. Di babak 16 besar Liga Champions, keduanya bertemu. Pada laga pertama, Dortmund akan menjadi tuan rumah sebelum dua pekan kemudian melangkah ke Paris.

    Nah, malam itu, kapten asal Brasil tersebut lebih spesifik ditanyai soal Erling Braut Haaland, 19 tahun, striker klub asal Jerman. Sebagai bek tengah, tentu dia akan berhadapan langsung dengan pemain yang secara usia lebih pantas menjadi keponakannya itu.

    “Sangat luar biasa untuk bermain melawan pemain seperti dia. Apalagi dia baru saja memulai kariernya di Jerman,” katanya. “Tentu kami akan memperhatikan dia dan berharap dia tidak akan mencetak gol ke gawang kami.”

    Pemain Borussia Dortmund Erling Haaland. Reuters

    Erling Haaland memang harus mendapat perhatian penuh. Anak muda ini sungguh berbahaya. Saat berseragam Salzburg, dia mencetak 28 gol dalam 22 laga di Bundesliga Austria musim ini.

    Di Liga Champions musim ini, kehadirannya membetot perhatian banyak orang. Bersama Red Bull Salzburg, dia mencetak delapan gol pada putaran penyisihan Liga Champions.

    Red Bull akhirnya harus tersingkir dan turun kelas ke Liga Europa. Namun Haaland masih beraksi di kompetisi paling mahal ini. Januari lalu, saat bursa transfer musim dingin, dia direkrut Borussia Dortmund dengan harga 20 juta euro.

    Sesuai dengan peraturan baru, yang berlaku mulai musim ini, dia diizinkan main untuk klub barunya tersebut. Sebelumnya, peraturan UEFA menyebutkan pemain yang pernah membela tim lain tidak diperbolehkan berlaga untuk klub barunya.

    Thiago Silva pun mencium bahaya dari penampilan perdana Haaland bersama klub barunya itu. “Dia pasti akan sangat termotivasi,” ujarnya.

    Motivasi menjadi yang terbaik memang menjadi kekuatan Haaland. Saat memulai debut bersama Dortmund di Bundesliga, dia langsung bikin hat-trick. Dia dimasukkan sebagai pemain pengganti saat mereka tertinggal oleh Augsburg, 1-3.

    Keajaiban terjadi. Haaland memborong tiga gol dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan untuk Dortmund, 5-3. Hebatnya, semua itu terjadi hanya dalam waktu 20 menit.

    Di laga berikutnya, dia mencetak dua gol ke gawang Cologne dan Union Berlin. Keduanya dihajar dengan skor 5-1 dan 5-0. Gol ke delapannya dia buat saat Dortmund bertanding melawan Werder Bremen di Piala Jerman.

    Dalam laga terakhir, Jumat lalu, dia mencetak gol lagi ke gawang Eintracht Frankfurt. Laga yang berakhir dengan skor 4-0 itu mengantarkan rekornya yang cemerlang, yakni mencetak sembilan gol dalam enam laga.

    Tentu saja dia dipuji oleh Direktur Olahraga Dortmund Michael Zorc. Haaland hanya menjawab singkat, “Anda membeli saya untuk membuat gol kan?”

    Catatan gemilang itu toh tak membuat Thiago Silva jadi ngeper. “Dengan segala hormat kepada mereka, kami terus terang tidak takut,” katanya.

    Pemain PSG, Kylian Mbappe. Reuters/Jason Cairnduff

    Serangan tentu saja tidak selalu datang ke tim tamu. Bek Dortmund juga akan mendapat ancaman. Bila Haaland menjadi ancaman, Paris Saint-Germain punya tombak yang tak kalah mengerikan, yakni Kylian Mbappe.

    Di musim ini, pemain Prancis tersebut sangat produktif. Dia menjadi pemain yang paling banyak mencetak gol untuk PSG pada musim ini, yakni 24 gol di semua kompetisi.

    Bertarung melawan Dortmund bukan hal baru buat Mbappe. Dalam Liga Champions musim 2016/2017, saat masih membela Monaco, dia sudah menginjak rumput Signal Iduna. Hasilnya, mereka bermain imbang, 3-3.

    Yang patut dipuji adalah mentalitas Mbappe yang tangguh. Saat laga itu digelar, Dortmund baru saja diancam teror saat bus pemain diserang dengan bom. Akibat itu pula, laga kemudian ditunda hingga keesokan harinya.

    Mbappe kemudian menjadi pahlawan saat mencetak gol dalam laga kedua di Monaco dan berhasil melaju ke babak semifinal. Namun Mbappe bukan tanpa cela.

    Beberapa waktu lalu, sikapnya menuai kritik, yakni saat dia marah ketika ditarik keluar oleh pelatih Thomas Tuchel. Saat itu, ketika PSG sudah unggul lima gol atas Montpellier, Tuchel memilih untuk mengistirahatkannya.

    Namun Direktur Olahraga PSG Leonardo membelanya. “Kalau dia disebut anak bermasalah, saya tak terima. Dia orang yang sangat menyenangkan, sangat berkomitmen dan juga pemain yang sangat fantastis,” ucapnya.

    Bersama Neymar, Mbappe memang tidak diturunkan Tuchel dalam laga terakhir itu. Namun keduanya dipastikan akan dimainkan, bahkan sejak awal.

    Haaland mengaku sudah tak sabar untuk menghadapi laga ini, termasuk beradu hebat dengan Mbappe yang dianggapnya sebagai pemain panutan. “Saat bermain di Salzburg, saya baru memulai untuk mencetak gol. Mbappe? Dia sudah mencetak banyak gol di Ligue 1,” tuturnya.

    Nah, di Signal Iduna dinihari nanti, dua anak muda ini akan membuktikan yang terhebat di antara keduanya.

    AFP | GOAL | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.