Liga Champions: Thomas Tuchel dan Akhir yang Pahit di Dortmund

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Paris St Germain Kylian Mbappe, berbicara dnegan pelatihnya Thomas Tuchel saat digantikan. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Penyerang Paris St Germain Kylian Mbappe, berbicara dnegan pelatihnya Thomas Tuchel saat digantikan. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta – Thomas Tuchel kembali ke Dortmund bersama timnya, Paris Saint-Germain, untuk menjalani pertandingan babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan akan berlangsung Kamis dinihari WIB, 20 Februari 2020, mulai 03.00 WIB.

    Dortmund tidak akan menggelar karpet merah untuk mantan pelatihnya itu. Saat ini hampir tiga tahun telah berlalu sejak Tuchel meninggalkan klub Jerman itu. Ia sebelumnya mengambil alih tugas dari Jurgen Klopp pada tahun 2015. Tuchel meneruskan jejak apik Klopp, yang pindah ke Liverpool, dan membangin tim dengan citranya sendiri.  

    Itu semua terjadi sebelum insiden pada April 2017. Malam itu bis tim Dortmund dibom menjelang pertandingan Liga Champions dengan AS Monaco, yang akhirnya mengubah hubungan Tuchel dan Dortmund selamanya.

    Kecaman yang dilakukan Tuchel terhadap UEFA lantaran mengubah jadwal pertandingan hanya 24 jam setelah insiden itu jadi masalah. Soalnya muncul laporan bahwa ia mengecam para pemainnya yang ia nilai tidak siap bertanding pada keesokan harinya.

    Insiden pengeboman itu juga mematahkan lengan bek Marc Bartra, dan membuat Marco Reus dan Gonzalo Castro menangis. Tuchel juga dilaporkan mengatakan kepada seorang anggota staf, “Bagaimana saya bisa menghadapi Bayern dengan para pengecut ini?”

    Hanya beberapa jam setelah Borrusia Dortmund memenangi gelar juara piala Jerman, klub mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan Tuchel. Klub menolak untuk menjelaskan secara rinci alasan dibalik perpisahannya tersebut. Namun mereka menekankan bahwa keputusan itu tidak ada hubungannya dengan perselisihan.

    Para penggemar di Dortmund mungkin akan menunjukkan penyambutan yang acuh tak acuh kepada Tuchel. Namun, Hans-Joachim Watzke, CEO Dortmund, secara terbuka mengakui bahwa dia akan menyambut Tuchel sebagai teman.

    “Thomas Tuchel adalah pelatih yang hebat. Dan ketika saya melihatnya, saya pasti akan menyambutnya dan saya pikir dia akan melakukan hal yang sama,” kata dia.

    PSG lebih diunggulkan untuk lolos di laga ini. Tapi, Dortmund bisa membuat kejutan. Mereka memiliki para pemain muda sensasional, termasuk Erling Haaland. Pemain baru itu sudah tampil mengejutkan dalam debutnya di Liga Champions bersama Salzburg. Kini, setelah berlabuh di Dortmund, ketajamannya tak berkurang. Ia sudah mencetak sembilan gol dalam enam pertandingan.

    DW | NURUL FARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.